JURNALMALUKU-Di tengah maraknya pemberitaan miring dan unggahan bernada fitnah di media sosial, Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach menunjukkan sikap yang menyejukkan.Berbagai tuduhan tak berdasar, mulai dari isu korupsi hingga ujaran kebencian, sempat beredar luas di dunia maya dan menyeret nama Bupati.
Namun, alih-alih membalas dengan langkah hukum, Bupati Benyamin memilih bersikap lapang dada. Meski dirugikan secara imateril, ia tidak melaporkan atau mempidanakan pihak-pihak yang menyebarkan fitnah terhadap dirinya.
Sikap ini mendapat apresiasi dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Maluku Barat Daya). Ketua Cabang GAMKI, Eros Akse, menyebut langkah Bupati Noach merupakan wujud nyata dari nilai Nyoli – Leita, falsafah adat masyarakat MBD yang menjunjung tinggi kasih, murah memaafkan, dan persaudaraan.
“Kami memberi apresiasi atas sikap Bupati Benyamin Noach yang tidak menempuh jalur hukum terhadap mereka yang telah merugikannya. Ini bukan kelemahan, tapi bentuk kearifan. Dalam budaya kita, ini disebut Nyoli – Leita, yakni kasih dan memberi maaf terhadap sesama,” ujar Eros Akse, Jumat (7/11/2025).
Menurut Eros, nilai Nyoli – Leita menempatkan setiap orang sebagai bagian dari satu keluarga besar. Karena itu, memperkarakan sesama dianggap tidak elok, melainkan sebaiknya diselesaikan dengan hati dan dialog.
“Bupati menganggap masyarakatnya sebagai keluarga. Dalam adat, kalau keluarga berselisih, diselesaikan dengan bicara baik-baik, bukan dibawa ke ranah hukum,” tambah Eros.
Selain menjunjung adat dan nilai kemanusiaan, langkah Bupati Benyamin juga menegaskan bahwa dirinya tidak anti kritik. Ia terbuka terhadap kritik yang membangun dan menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Kritik adalah ruang untuk memperbaiki diri. Tapi jika kritik berubah menjadi fitnah dan kebencian, itu ujian bagi kita untuk tetap sabar dan bijaksana,” ungkap Eros mengutip pandangan Bupati.
Eros menilai, sikap Bupati Noach layak menjadi teladan bagi masyarakat dan pejabat publik lainnya. Di tengah arus informasi digital yang sering kali menyesatkan, Bupati Noach justru memilih jalan kasih, adat, dan kebijaksanaan.
“Beliau tidak hanya memimpin dengan kebijakan, tetapi juga dengan hati. Ini yang disebut kepemimpinan berakar pada Nyoli – Leita,” tutup Eros. (JM-EA)

