JURNALMALUKU—Menjelang pelaksanaan Kongres Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) yang akan digelar pada Sabtu, 21 November 2025, suasana dukungan dari berbagai elemen masyarakat semakin terasa kuat. Berbagai ucapan selamat berkongres mulai memenuhi sejumlah platform media sosial, menandai besarnya perhatian publik terhadap momentum penting bagi organisasi kemahasiswaan tersebut.
Ucapan dukungan datang dari tokoh masyarakat, tokoh politik, akademisi, hingga tokoh pemuda yang selama ini mengikuti perkembangan organisasi mahasiswa MBD. Mereka berharap kongres ini menjadi ruang rekonsiliasi, konsolidasi, dan kebangkitan kembali GEMA MBD sebagai wadah perjuangan intelektual muda asal Maluku Barat Daya.
Sejumlah tokoh menilai, GEMA MBD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia muda MBD. Dengan dinamika daerah yang terus berkembang, organisasi ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, kritis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Tak hanya itu, derasnya dukungan publik di media sosial mencerminkan tingginya ekspektasi bahwa GEMA MBD dapat kembali aktif menjalankan fungsinya sebagai gerakan mahasiswa yang progresif. Banyak pihak menilai bahwa penguatan kembali organisasi ini akan membuka ruang diskusi yang lebih konstruktif, mempererat solidaritas antar-mahasiswa, serta memastikan suara generasi muda MBD tetap hadir dalam setiap proses pembangunan.
Kongres yang akan dilaksanakan di Kota Ambon ini dipandang sebagai momentum penting untuk merumuskan arah gerak organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa GEMA MBD ke arah yang lebih hidup, solid, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa maupun isu-isu daerah.
Dengan antusiasme publik yang terus meningkat, pelaksanaan kongres GEMA MBD diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi dan mahasiswa Maluku Barat Daya. (JM–AL).

