JURNALMALUKU–Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Maluku menjadwalkan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Wasit Domino pada Februari 2026 mendatang. Kegiatan ini akan dipusatkan di Kota Ambon dan melibatkan calon wasit dari 11 Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota se-Maluku.
Ketua Bidang Pelatihan dan Pembinaan Atlet ORADO Maluku, Josyes do Santos Walalayo, menyatakan bahwa Pelatda wasit menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi organisasi, mengingat domino merupakan cabang olahraga yang relatif baru, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, keberadaan wasit yang kompeten, berintegritas, dan memahami regulasi secara menyeluruh merupakan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya geliat olahraga domino di tengah masyarakat.
“Pelatda wasit ini sangat penting. ORADO tidak hanya berorientasi pada pencetakan atlet berprestasi, tetapi juga menyiapkan perangkat pertandingan yang profesional agar setiap kompetisi berjalan adil dan sesuai aturan,” ujar Walalayo.
Ia menjelaskan, melalui Pelatda ini para peserta akan dibekali pemahaman mendalam terkait peraturan pertandingan, sistem penilaian, serta etika dan tanggung jawab perwasitan.
“Kami menargetkan adanya standar yang sama bagi wasit dari 11 kabupaten/kota. Dengan begitu, setiap kejuaraan domino di Maluku dapat dipimpin oleh wasit yang berkualitas dan dipercaya semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov ORADO Maluku, M. Azis Tunny, membenarkan rencana pelaksanaan Pelatda Wasit Domino tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ORADO Maluku secara terstruktur dan berkelanjutan.
Tunny mengungkapkan, sejak terbentuknya ORADO Maluku, pihaknya telah merancang berbagai program strategis untuk mendorong kemajuan olahraga domino di daerah.
“Antusiasme masyarakat saja tidak cukup. Harus ditopang dengan sistem organisasi dan sumber daya manusia yang siap. Pelatda wasit ini menjadi salah satu fondasi penting,” jelasnya.
Ia menegaskan, ORADO Maluku menargetkan domino sebagai olahraga prestasi yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.
“Kami ingin Maluku tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi daerah yang diperhitungkan. Karena itu, sejak awal kami mempersiapkan federasi ini secara serius, termasuk menyiapkan wasit yang kelak bisa bertugas di berbagai kejuaraan, baik lokal maupun nasional,” pungkas Tunny. (JM–AL).

