JURNALMALUKU – Suasana pagi di Tiakur, Jumat (13/2/2026), terasa lebih hidup dari biasanya. Ratusan orang berkumpul sejak pagi—pelajar berseragam rapi, aparat TNI–Polri, ASN, hingga masyarakat umum. Mereka datang bukan sekadar untuk mengikuti apel, tetapi untuk memulai sebuah gerakan bersama: Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Gerakan nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini menjadi momentum bagi Maluku Barat Daya untuk menegaskan komitmennya terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar—ia bisa lahir dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., dalam pesannya mengajak masyarakat untuk melihat kebersihan sebagai tanggung jawab pribadi. Menurutnya, tanpa perlu menunggu instruksi atau gerakan formal, menjaga lingkungan seharusnya sudah menjadi bagian dari kesadaran setiap individu.

“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil,” pesannya. Tidak membuang sampah sembarangan, tidak meninggalkan puntung rokok di jalan, atau memungut sampah yang terlihat di sekitar kita adalah tindakan sederhana yang jika dilakukan bersama akan membawa dampak besar.

Senada dengan itu, Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th Noach, menegaskan bahwa hidup bersih tidak perlu menunggu perintah siapa pun. Kebersihan adalah kebutuhan dasar jika ingin hidup sehat dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bahkan memberi contoh langsung cara sederhana menangani sampah botol plastik air minum—dengan meremas atau melipatnya hingga kecil agar dapat memuat lebih banyak dalam satu kantong sampah. Pesan yang ingin disampaikan sederhana: menjaga lingkungan tidak harus rumit, yang terpenting adalah kemauan untuk memulai.

Masih ditemukannya sampah plastik di sejumlah sudut Kota Tiakur menjadi catatan bersama. Namun melalui semangat Indonesia ASRI, harapan tumbuh bahwa kebersihan akan menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat.

Indonesia ASRI bukan hanya slogan. Ia adalah ajakan untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat kepedulian, dan membiasakan diri melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar. Dari Tiakur, semangat itu digaungkan—bahwa lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah dapat terwujud jika dimulai dari diri sendiri, hari ini, dan dari langkah yang paling sederhana. (JM-EA)

