JURNALMALUKU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) bagi Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Letti, Moa, dan Lakor. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tiakur, Sabtu (11/7/2026), menjadi langkah awal konsolidasi organisasi partai di tingkat kecamatan sebagai upaya memperkuat struktur hingga ke akar rumput.

Musancab dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku, pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Barat Daya, para kader dan pengurus PAC dari tiga kecamatan yang mengikuti jalannya musyawarah.

Dalam arahannya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Ir. James Maatita, menegaskan bahwa Musyawarah Anak Cabang merupakan bagian penting dari proses konsolidasi organisasi yang harus terus dilakukan secara berjenjang guna memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan.

Menurutnya, konsolidasi organisasi bukan hanya bertujuan membentuk kepengurusan, tetapi juga memperkuat disiplin partai, meningkatkan kualitas kader, serta memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu garis perjuangan yang berlandaskan ideologi Pancasila, ajaran Bung Karno, dan semangat gotong royong.

”Musancab merupakan instrumen penting untuk memperkuat organisasi. Dengan struktur yang solid hingga tingkat kecamatan, PDI Perjuangan akan semakin siap menjalankan tugas-tugas politik sekaligus mengemban amanat rakyat. Partai harus selalu hadir bersama rakyat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar James.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Musancab kali ini baru dilaksanakan bagi tiga kecamatan, yakni Letti, Moa, dan Lakor. Hal tersebut merupakan tahap awal konsolidasi yang disesuaikan dengan kondisi geografis Kabupaten Maluku Barat Daya sebagai wilayah kepulauan.
”Daerah kita terdiri dari pulau-pulau yang tersebar sehingga konsolidasi organisasi harus dilakukan secara bertahap. Musancab untuk Kecamatan Letti, Moa, dan Lakor ini merupakan langkah awal. Selanjutnya akan dilaksanakan di kecamatan-kecamatan lainnya hingga seluruh struktur partai di Kabupaten Maluku Barat Daya dapat terkonsolidasi secara menyeluruh,” katanya.
James menambahkan, kekuatan PDI Perjuangan tidak hanya diukur dari besarnya dukungan masyarakat, tetapi juga dari kokohnya struktur organisasi serta militansi kader yang terus hadir di tengah rakyat.
”Seluruh kader harus menjaga disiplin organisasi, memperkuat semangat gotong royong, dan tetap setia pada garis perjuangan partai. PDI Perjuangan harus menjadi rumah perjuangan rakyat, hadir mendengar aspirasi masyarakat, dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” tegasnya.
Musyawarah Anak Cabang tersebut juga menghasilkan kepengurusan baru pada tiga Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan. Sarlota A. Bakker terpilih sebagai Ketua PAC Kecamatan Moa, Yakop Saleky dipercaya memimpin PAC Kecamatan Letti, sedangkan Alfons Udiata terpilih sebagai Ketua PAC Kecamatan Lakor.
Terpilihnya ketiga ketua PAC tersebut diharapkan semakin memperkuat struktur organisasi PDI Perjuangan di tingkat kecamatan serta menjadi motor penggerak konsolidasi partai di wilayah masing-masing. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat, memperjuangkan aspirasi rakyat, serta menjalankan seluruh agenda organisasi sesuai garis kebijakan partai.
Pelaksanaan Musancab ini menjadi awal dari rangkaian konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Maluku Barat Daya. Dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah kepulauan, pelaksanaan Musancab akan dilanjutkan secara bertahap di kecamatan-kecamatan lainnya hingga seluruh struktur organisasi partai di Kabupaten Maluku Barat Daya terbentuk secara utuh, solid, dan siap menjalankan fungsi perjuangan politik demi kepentingan rakyat. (JM-EA).