JURNALMALUKU – Ketua Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, S.H., M.H., menegaskan bahwa Konferensi Cabang (Konfercab) V AMGPM Cabang Elim Latdalam harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi peluang besar yang akan lahir dari pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela.
Penegasan tersebut disampaikan Ricky saat membuka secara resmi Konfercab V AMGPM Cabang Elim Latdalam di Gereja GPM Bethel Latdalam, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, Konfercab tidak semata-mata menjadi forum memilih kepengurusan baru, tetapi merupakan ruang konsolidasi untuk memperkuat peran kader AMGPM dalam menjawab tantangan gereja, masyarakat, dan pembangunan daerah.
“Konferensi cabang harus menghasilkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi serta mempersiapkan kader AMGPM menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang akan datang,” ujarnya.
Ricky mengingatkan bahwa kehadiran Proyek LNG Abadi Blok Masela akan membawa perubahan besar bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Karena itu, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan mengambil bagian dalam berbagai peluang kerja maupun peluang usaha yang akan tercipta.
“Kita harus menyiapkan diri sejak sekarang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja pada proyek INPEX Blok Masela. Pemuda AMGPM harus meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan disiplin agar mampu menjadi bagian dari pembangunan di daerah sendiri,” tegasnya.
Ia juga mendorong kader-kader AMGPM untuk menempuh pendidikan pada bidang yang relevan dengan industri minyak dan gas, termasuk di AKMIGAS Cepu, sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri ketika proyek memasuki tahap operasional.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Ricky menilai sektor pertanian dan ketahanan pangan harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, Desa Latdalam memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra penyedia kebutuhan pangan bagi aktivitas industri Blok Masela di masa depan.
“Jangan hanya berpikir menjadi tenaga kerja. Pemuda juga harus mampu menjadi pelaku usaha, petani produktif, dan pemasok kebutuhan pangan. Peluang ekonomi ini harus dipersiapkan mulai hari ini,” katanya.
Dalam arahannya, Ricky juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat adat menghadapi dinamika pembangunan. Ia mengingatkan agar berbagai persoalan masyarakat adat di Tanimbar, termasuk isu yang berkembang di Lermatang, menjadi perhatian bersama sehingga pembangunan dapat berjalan secara adil, inklusif, dan menghormati hak-hak masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Ricky berharap Konfercab V AMGPM Cabang Elim Latdalam mampu melahirkan kepengurusan yang visioner, solid, dan adaptif terhadap perubahan, sehingga organisasi tetap menjadi motor penggerak dalam membangun karakter, kapasitas, dan daya saing generasi muda Tanimbar di tengah era pembangunan Blok Masela.(JM.ES).
