JURNALMALUKU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan Gerakan Pramuka di setiap sekolah, bukan sekadar sebagai kegiatan berseragam, tetapi sebagai wadah pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Juliana Ch. Ratuanak, di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
Juliana mengatakan, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keikutsertaan pelajar dan pembina Pramuka asal Tanimbar dalam Jambore Nasional Penggalang di Cibubur, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para peserta untuk bertemu dan berkolaborasi dengan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia.
“kami mengikuti kegiatan Jambore Nasional Penggalang Pramuka di Cibubur yang diadakan lima tahun sekali. Di Jambore Nasional ini, anak-anak seluruh Indonesia datang dan mereka berkolaborasi,” kata Juliana.
Menurutnya, Jambore Nasional menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk memahami keberagaman Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Mereka menyatakan bahwa kita Bhinneka Tunggal Ika. Kita memang punya kekayaan budaya, agama dan lain-lain. Ini sesuatu yang sangat positif,” ujarnya.
Juliana menyebut, kontingen Pramuka dari Tanimbar yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah lebih dari 30 orang, terdiri dari peserta dan pembina. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan wisata edukasi.
“Mereka sangat terkesan, sangat senang dan bahagia bisa melihat Jakarta. Ada wisata edukasi di Taman Mini, kemudian melihat tempat-tempat yang produktif, cara mengelola air dan begitu banyak aktivitas,” tuturnya.
Ia berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para peserta untuk dibagikan kepada masyarakat setelah kembali ke Tanimbar.
“Nanti setelah mereka kembali, coba diwawancarai untuk bisa menulis pesan-pesan mereka. Bagaimana jurnal hati mereka, seperti apa pengalaman mereka,” kata Juliana.
Lebih lanjut, Juliana mengungkapkan, para pembina Pramuka juga memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, sebagian pembina mengaku baru kali ini mendapat pendampingan langsung dari pimpinan daerah dalam kegiatan berskala nasional.
“Terutama pembina-pembina karena pengalaman mereka. Mereka bilang baru kali ini didampingi langsung oleh pimpinan sampai ke sana,” ungkapnya.
Juliana juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan Pramuka. Ia mengatakan, pada pelaksanaan Jambore Nasional kali ini, pemerintah daerah turut memberikan bantuan untuk kebutuhan perjalanan dan kelengkapan peserta.
“Selama ini ternyata Pramuka hanya dipilih sendiri. Dalam masa yang terakhir ini, pemerintah memberikan perhatian dan bantuan sekaligus untuk fasilitas, termasuk transportasi pergi-pulang dan kelengkapan mereka,” jelasnya.
Ia menyebut, sebelumnya terdapat peserta yang harus mengikuti kegiatan dengan keterbatasan dukungan. Bahkan, sebagian mengaku berangkat dengan modal sendiri.
“Mereka mengaku pergi dengan modal nekat dan memakai biaya sendiri dalam kehidupan sehari-hari untuk penggalang,” katanya.
Ke depan, pemerintah daerah memastikan pembinaan Pramuka akan dilakukan secara lebih terstruktur di sekolah-sekolah. Juliana mengatakan, setiap sekolah akan didorong memiliki Gugus Depan dan pembina yang memiliki kemampuan memadai.
“Untuk perencanaan ke depan, kita akan pastikan bahwa pemerintah menunjukkan timnya. Di sekolah kan sudah dibukakan Gugus Depan, persiapan Gugus Depan di setiap sekolah,” ujarnya.
Selain membentuk Gugus Depan, pemerintah juga akan mendorong peningkatan kapasitas para pembina melalui pelatihan kecakapan dasar maupun kecakapan lanjutan.
“Kita akan melatih pembina-pembina dengan kecakapan dasar dan kecakapan lanjutan,” tegasnya.
Juliana menekankan, Pramuka harus ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pendidikan karakter di sekolah.
“Wajib hukumnya setiap sekolah punya Pramuka, yang bukan hanya berseragam, tetapi dilatih. Kemudian pembinaan karakter itu yang terjadi,” pungkasnya.(JM-ES).
