JURNALMALUKU – Tepatkah kebijakan promo sambungan baru dijadikan strategi tahunan oleh Perumdam Tirta Kalwedo? Pertanyaan ini menjadi relevan setelah program promo yang berlangsung sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus 2026 mencatat 129 warga mendaftarkan diri sebagai calon pelanggan baru. Di satu sisi, potongan biaya pemasangan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut perlu diukur lebih jauh: apakah pertambahan pelanggan yang dihasilkan benar-benar sebanding dengan potensi pendapatan dan manfaat jangka panjang bagi perusahaan?
Direktur Perumdam Tirta Kalwedo, Adam A. Lewier, mengatakan promo sambungan baru merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperluas basis pelanggan. Menurutnya, penambahan pelanggan tidak hanya berdampak pada jumlah sambungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan melalui pembayaran rekening air secara rutin.

Adam menjelaskan, promo memberikan keuntungan pada dua sisi. Masyarakat memperoleh keringanan biaya pemasangan, sementara perusahaan mendapatkan peluang memperluas cakupan pelayanan dan membangun sumber pendapatan berulang. Karena itu, program tidak cukup dinilai dari besarnya potongan harga, tetapi dari kemampuan perusahaan mengubah pendaftar menjadi pelanggan aktif.
Menurut Adam, capaian 129 pendaftar menjadi indikator awal bahwa strategi tersebut mendapat respons masyarakat. Namun, angka itu masih perlu diikuti dengan evaluasi terhadap realisasi sambungan, jumlah pelanggan yang benar-benar aktif, serta kontribusi pelanggan baru terhadap pendapatan perusahaan setelah promo berakhir.
“Promo ini kami jalankan sebagai salah satu strategi untuk menambah pelanggan. Ketika pelanggan bertambah, tentu ada potensi peningkatan pendapatan perusahaan melalui pembayaran rekening air secara rutin,” ujar Adam.
Ia menegaskan, pertumbuhan pelanggan juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan. Bagi perusahaan air minum, mendapatkan pelanggan baru merupakan tahap awal. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pelanggan melalui pelayanan yang baik, sehingga pelanggan tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap perusahaan.
Adam mengatakan hasil evaluasi program 2026 dapat menjadi dasar bagi manajemen untuk menentukan apakah promo serupa perlu diterapkan kembali pada tahun-tahun berikutnya. Jika terbukti efektif meningkatkan pelanggan dan memberikan dampak positif terhadap pendapatan, promo tahunan dapat menjadi salah satu instrumen pemasaran perusahaan.
Namun, penerapan promo secara rutin juga membutuhkan perhitungan yang matang. Perusahaan perlu memperhitungkan besaran potongan, biaya pemasangan, kemampuan pelayanan, serta potensi pendapatan yang diperoleh dari pelanggan baru. Dengan demikian, promo tidak hanya menarik dari sisi jumlah pendaftar, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keberlanjutan Perumdam Tirta Kalwedo.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumdam Tirta Kalwedo, Ekin Tetletlora, menjelaskan promo tahun ini diberikan untuk tiga kategori ukuran pipa. Sambungan baru pipa 2 inci yang tarif normalnya Rp2.250.000 menjadi Rp1.150.000, pipa 3 inci dari Rp2.275.000 menjadi Rp1.177.500, sedangkan pipa 4 inci dari Rp2.360.000 menjadi Rp1.180.000.
Ekin mengatakan skema potongan tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan jumlah pelanggan baru. Dengan biaya pemasangan yang lebih rendah, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses layanan air minum perpipaan dari Perumdam Tirta Kalwedo.
Pada akhirnya, pertanyaan mengenai tepat atau tidaknya promo dijadikan strategi tahunan tidak dapat dijawab hanya dengan melihat angka 129 pendaftar. Efektivitasnya harus diukur dari rangkaian indikator yang lebih luas: berapa sambungan yang terealisasi, berapa pelanggan yang tetap aktif, berapa tambahan pendapatan yang dihasilkan, serta apakah kualitas pelayanan mampu mengikuti pertumbuhan pelanggan. Jika seluruh indikator tersebut menunjukkan hasil positif, maka promo tahunan bukan sekadar potongan harga, melainkan strategi bisnis yang dapat memperkuat keberlanjutan Perumdam Tirta Kalwedo. (JM-EA).