JURNALMALUKU-Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon menggelar syukuran HUT Ke-75, dengan semangat yang diteladani oleh para pejuang bertemakan “Bangkitlah, Baharui Hidupmu dan Britakanlah Injil” (Matius:1-12).
Hal ini disampaikan, Ketua GMKI Cabang Ambon, Apriansa Atapary usai ibadah syukuran Dies Natalis Ke-75 di Sekretariat GMKI, Ambon, Minggu (9/2/2025).
“75 tahun GMKI yang hari ini dirayakan kurang lebih 116 Cabang di seluruh indonesia serta pengurus Pusat di aras salemba 10, dari cabang Ambon katong mengharapkan bahwa bendera biru terus berkibar, perjuangan-perjuangan yang pernah di perjuangkan oleh para leluhur bahkan pendiri organisasi Om Johanes Laimena itu, tidak pernah terlupakan,”terang Apriansa.
Dirinya menegaskan, hari ini sudah era reformasi 4.0 bahkan menuju 5.0 generasi terus bertambah dan jaman terus berubah, tapi semangat pergerakan GMKI tidak akan pernah berubah.

“Pelayanan di tiga medan unggul, Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat itu masih tetap menjadi titik gumul GMKI sampai hari ini, karena kalau visi dan misi GMKI sudah terjawab, berarti GMKI tidak ada, dan GMKI masih ada itu berarti visi dan misi masih harus diwujudkan oleh semua kader,”kata Kecab GMKI.
Sudah menjadi kewajiban, kata Apriansa, bagi kita semua sebagai kader untuk terus menjaga dan memelihara nilai-nilai tersebut bagi para penerus GMKI. Gerakan ini akan terus berlipat ganda dalam kepemimpinan dan pelayanan bagi bangsa dan gereja.
Lebih lanjut, Apriansa mengatakan jika 75 tahun perjalanan GMKI bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari ribuan langkah perjuangan yang telah ditempuh sejak 9 Februari 1950.

“Persis seperti para peletak sejarah, perjalanan panjang ini bagi organisasi pendidikan kader seperti GMKI terasa seperti langkah pertama. Meskipun usia kita semakin matang, semangat generasi muda tetap progresif dalam setiap perjuangan,”tuturnya.
Dirinya menandaskan, ketika om Johanes Lemina bilang bahwa GMKI merupakan sekolah latihan, maka semua orang yang harus lahir dan menduduki setiap posisi dan jembatan mulai dari Kota Ambon, Provinsi maupun Indonesia ini, adalah orang-orang yang terlahir dan didik dari GMKI dan benar-benar mereka representasi Kekristenan yang om Jo inginkan.(JM.ES).