JURNALMALUKU—Pembina Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (Gema MBD), Bapak Charles Berbiru, kembali menegaskan bahwa Gema MBD merupakan rumah besar dan satu-satunya wadah utama bagi seluruh mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang menempuh pendidikan di Kota Ambon.
Penegasan itu disampaikan Berbiru dalam sambutannya pada kegiatan penataan ulang organisasi Gema MBD. Ia mengapresiasi inisiatif para mahasiswa yang berkomitmen membangkitkan kembali organisasi ini, sekaligus menata struktur kepengurusan agar lebih solid dan terarah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memiliki inisiatif untuk menata ulang Gema MBD. Permasalahan di MBD banyak sekali, dan semua itu membutuhkan kawalan serius dari mahasiswa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Berbiru mengingatkan agar kesalahan masa lalu tidak terulang kembali. Ia menyinggung pengalaman terbentuknya dua kubu Gema MBD pada periode sebelumnya, yang menurutnya harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh mahasiswa.
“Jangan seperti dulu. Saya minta itu tidak boleh terulang. Beta berharap jangan sampai ada lagi Gema MBD dua versi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Gema MBD adalah rumah besar bagi seluruh mahasiswa MBD yang ada di Kota Ambon — bukan yang lain. Karena itu, ia berharap ketua yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh paguyuban mahasiswa MBD di Ambon, baik yang sudah tergabung maupun yang belum.
“Ketua yang terpilih harus bisa merangkul semua paguyuban MBD, termasuk yang belum sempat bergabung. Karena rumah besar, rumah pertama, dan tempat berhimpun bagi mahasiswa MBD di Kota Ambon adalah Gema MBD, bukan yang lain,” tutupnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan marwah Gema MBD sebagai organisasi pemersatu mahasiswa MBD sekaligus memperkuat peran mereka dalam mengawal berbagai isu strategis terkait daerah asal. (JM–AL).

