JURNALMALUKU–Kerusakan talud di Kali Air Besar, Negeri Passo, Kecamatan Baguala, kembali menjadi perhatian serius warga. Pada Selasa (02/12/2025), wartawan media ini melakukan pemantauan langsung di lokasi dan mendapati kondisi talud yang rubuh sepanjang beberapa meter. Kerusakan tersebut menyebabkan aliran air sungai tidak lagi tertahan dengan baik dan berpotensi meluap ke permukiman warga, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Talud yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah dan pengaman aliran sungai ini sangat penting untuk menjaga kestabilan tebing serta mencegah erosi maupun banjir. Berdasarkan aturan dalam Pedoman Teknis Penanggulangan Bencana Daerah serta ketentuan tata kelola infrastruktur pengairan, pemerintah daerah berkewajiban melakukan penanganan darurat apabila terdapat infrastruktur pengaman sungai yang rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Salah seorang warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa kerusakan talud tersebut sudah dilaporkan kepada Pemerintah Negeri Passo sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada upaya perbaikan maupun kejelasan mengenai rencana penanganan.
“Kami sudah sampaikan laporan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kalau hujan deras, air bisa langsung naik dan masuk ke rumah-rumah,” ujarnya.
Warga menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, mengingat hujan masih terus mengguyur Ambon dalam beberapa pekan terakhir. Jika tidak segera diperbaiki, talud yang rubuh dapat mempercepat gerusan air sungai dan mengancam lebih banyak rumah di bantaran kali.
Selain itu, sesuai standar prosedur penanganan infrastruktur sungai, ketika terjadi kerusakan talud atau tanggul, pemerintah seharusnya melakukan langkah-langkah awal berupa:
1. Assessment cepat untuk menentukan tingkat kerusakan dan risiko
2. Pemasangan pengaman sementara seperti bronjong atau karung pasir
3. Perbaikan permanen pada talud untuk memulihkan fungsi pengamanan sungai.
Hingga berita ini dipublikasikan, Pemerintah Negeri Passo maupun instansi terkait di Pemerintah Kota Ambon belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan kerusakan talud tersebut. Warga berharap pemerintah turun langsung ke lapangan dan segera mengambil tindakan agar risiko banjir dapat diminimalisir dan keselamatan masyarakat dapat terjaga. (JM–AL).

