JURNALMALUKU – Warga Perumahan Bukit Hijau Urimessing (BHU) yang berlokasi di Dusun Kusu-Kusu Sereh, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pengembang PT. Matriecs Cipta Anugerah.
Pasalnya, meski perumahan ini sudah berdiri bertahun-tahun, hingga kini fasilitas umum (fasum) yang dijanjikan tak kunjung terwujud. Ketidakadaan fasilitas umum, termasuk lampu penerangan jalan dan infrastruktur dasar lainnya, membuat warga geram.
Ketua Bidang Pembangunan dalam perangkat RT Perumahan BHU, Aris Lekidara menyatakan, bahwa dirinya bersama warga sudah berulang kali menagih janji pengembang, tetapi tidak pernah ada realisasi.

“Kami sudah muak dengan janji-janji manis dari pihak perusahaan ini. Maka itu, kami berinisiatif untuk patungan dan melakukan pembangunan rabat jalan sendiri,” ungkap Aris di kediamannya, Senin (31/3/2025).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya. Mereka mengaku sudah terlalu sering menanyakan fasilitas umum kepada pihak pengembang, tetapi hanya mendapat jawaban tanpa tindakan nyata. Keadaan ini membuat warga akhirnya mengambil langkah sendiri demi kenyamanan dan keamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Sebagai bentuk tekanan, Aris dan warga Perumahan BHU memberikan ultimatum kepada pengembang. Mereka meminta agar dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, fasilitas umum segera dibangun. Jika tidak, warga akan mengambil langkah lebih jauh.
“Jika dalam dua atau tiga bulan ke depan fasum tidak juga dikerjakan, kami akan menghentikan segala aktivitas pembangunan di perumahan ini sampai pengembang memenuhi tanggung jawabnya,” tegas Aris.
Selain menekan pihak pengembang, warga juga meminta perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat Negeri Urimessing, Pemerintah Kota Ambon. Mereka berharap agar DPRD Kota Ambon segera turun tangan dan memberikan teguran keras kepada PT. Matriecs Cipta Anugerah.
“Kami mohon kepada Pemerintah dan DPRD untuk melihat kondisi kami di Perumahan BHU ini. Jangan sampai kami terus dibiarkan tanpa fasilitas umum yang seharusnya sudah menjadi hak kami,” pinta salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang PT. Matriecs Cipta Anugerah belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga. Masyarakat Perumahan BHU berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan perusahaan agar mereka tidak lagi merasa ditipu dan dirugikan.(Red).