JURNALMALUKU – Peresmian Kantor Dekranasda Kabupaten Kepulauan Tanimbar menandai babak baru dalam upaya penguatan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif daerah. Kehadiran lembaga ini diharapkan menjadi pusat pemberdayaan pengrajin sekaligus motor penggerak peningkatan daya saing produk lokal di tingkat nasional dan global berlangsung di Saumlaki, Kamis (19/2/2026).
Bupati Ricky Jauwerissa menegaskan bahwa sektor kerajinan dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam memperkokoh fondasi perekonomian daerah, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Sektor ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas daya saing produk lokal hingga ke pasar regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, struktur UMKM di Tanimbar saat ini masih didominasi oleh usaha mikro dan rumah tangga yang menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses permodalan, kapasitas manajemen, hingga perluasan pasar. Padahal, daerah ini memiliki kekayaan potensi kerajinan unggulan seperti tenun ikat, anyaman, ukiran, dan berbagai produk berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, potensi tersebut merupakan aset strategis yang harus dikembangkan secara terarah, profesional, dan berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
Namun demikian, Bupati mengakui bahwa para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan modal, kualitas produk yang belum merata, kemasan yang belum kompetitif, pemanfaatan teknologi digital yang masih terbatas, serta akses pemasaran yang belum optimal.
Oleh karena itu, kehadiran Dekranasda diharapkan mampu menjadi pusat penguatan kapasitas pengrajin dan UMKM, sekaligus berfungsi sebagai wadah inovasi, promosi, serta fasilitator kemitraan dan akses pembiayaan.
“Saya berharap Dekranasda mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai pusat peningkatan keterampilan, pengembangan desain dan inovasi produk, media promosi, fasilitator kemitraan, serta penggerak digitalisasi UMKM di Tanimbar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menegaskan komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui kebijakan yang berpihak pada ekonomi rakyat, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen perluasan pasar.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dunia usaha, perbankan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh dan berdaya saing.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengrajin dan pelaku UMKM atas dedikasi dan semangatnya. Teruslah berinovasi, tingkatkan kualitas, perkuat identitas produk, dan manfaatkan teknologi digital. Pemerintah akan selalu hadir sebagai mitra strategis,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kepulauan Tanimbar, Sheren Amelinda Jauwerissa, menyampaikan bahwa kehadiran kantor dan gerai Dekranasda diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan kerajinan lokal secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa Dekranasda akan secara aktif melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para pengrajin, mulai dari pengembangan motif, teknik pewarnaan yang berkualitas, hingga inovasi produk yang memiliki nilai jual tinggi.
“Kami berkomitmen mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kerajinan melalui pelatihan berkelanjutan, serta memperluas promosi melalui berbagai pameran di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Acara grand opening berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya, ditandai dengan peragaan busana tenun ikat khas Tanimbar oleh para pemuda dan anak-anak, yang menampilkan keindahan dan keunikan warisan budaya lokal. Suasana semakin semarak dengan kegiatan door prize, kuis interaktif, serta penilaian busana tenun terbaik.(JM.ES).

