JURNALMALUKU–Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar kegiatan Pengelolaan Simpul Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (SIKN/JIKN) serta penggunaan Aplikasi Srikandi, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tiakur, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati MBD, Agustinus L. Kilikily, dan turut dihadiri Sekretaris Daerah MBD Eduard J. S. Davidz, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan OPD, rohaniwan, serta dua narasumber dari Provinsi Maluku, James Syauta dan Dyna Saimima, bersama seluruh peserta dari perangkat daerah lingkup Pemkab MBD.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya arsip sebagai instrumen utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Arsip tidak boleh dipandang sekadar kumpulan berkas, tetapi sebagai sumber informasi yang harus dikelola secara profesional.
“Arsip yang tertata rapi dan terdokumentasi dengan benar merupakan wujud pemerintahan yang akuntabel dan transparan,” jelas Kilikily.
Ia juga menyebutkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2024 yang masih menunjukkan sejumlah tantangan, seperti kebijakan kearsipan yang belum memadai, keterbatasan SDM arsiparis, pengelolaan arsip dinamis dan statis yang belum optimal, serta implementasi Aplikasi Srikandi yang belum merata di berbagai OPD.
Meski demikian, Kabupaten MBD berhasil meraih peringkat kedua tingkat Provinsi Maluku dalam pengawasan kearsipan nasional tahun 2025, sebuah pencapaian yang disebutnya sebagai bukti komitmen seluruh perangkat daerah.
“Prestasi ini membanggakan, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar tertib arsip dapat terwujud secara menyeluruh,” tegasnya.

Kilikily menekankan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan arsip bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan perubahan pola pikir aparatur. Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE serta Keputusan MenPAN RB Nomor 679 Tahun 2020 yang menetapkan Srikandi sebagai aplikasi utama tata kelola naskah dinas dan arsip dinamis nasional.
“Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, saya yakin transformasi digital kearsipan akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan memperkuat budaya tertib arsip di Kabupaten MBD,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini meningkatkan pemahaman seluruh perangkat daerah terkait pengelolaan SIKN/JIKN dan penggunaan Srikandi sehingga integrasi data kearsipan dapat berjalan optimal.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh OPD untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip.
“Dengan komitmen bersama, kita dapat membawa kearsipan di Kabupaten MBD naik kelas—bukan hanya sebagai fungsi administratif, tetapi sebagai bagian penting dari sejarah, identitas, dan pembangunan daerah,” tutupnya. (JM–RED).

