JURNALMALUKU – Organisasi Pemuda Olilit Raya Ngrimase menunjukkan gebrakan awal yang tegas dengan melakukan audiensi resmi bersama Wakil Uskup Kevikepan KKT/MBD, RD. Ponsio Ongirwalu, Selasa (17/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, mereka menyerukan “rem sosial” bagi seluruh elemen masyarakat guna menjaga stabilitas, ketenangan, dan harmoni antarumat beragama menjelang masa Prapaskah umat Katolik dan puasa Ramadan umat Muslim.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda di Kepulauan Tanimbar tidak ingin membiarkan momentum keagamaan yang sakral ternodai oleh potensi konflik sosial maupun kegaduhan publik.
Ketua Pemuda Olilit Raya, Ongen Rangkore, menegaskan audiensi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral pemuda dalam merawat kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kami datang bersilaturahmi bersama Wakil Uskup dalam rangka memasuki masa Prapaskah dan juga saudara-saudara kita umat Muslim yang akan memasuki masa puasa. Ini momentum sakral yang harus dijaga bersama,” tegas Ongen kepada Jurnalmaluku, Selasa (17/2/2026).
Pertemuan dengan Wakil Uskup Kevikepan KKT/MBD, RD. Ponsio Ongirwalu, dinilai sebagai simbol komitmen lintas elemen dalam memperkuat toleransi dan menjaga ketenangan sosial di Saumlaki, khususnya dalam periode keagamaan yang sensitif.
Namun demikian, Pemuda Olilit Raya juga menyoroti mulai munculnya rencana aksi demonstrasi di wilayah Saumlaki. Mereka mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan kebijaksanaan dan menahan diri dari aktivitas terbuka yang berpotensi memicu ketegangan sosial.
“Kami tidak melarang penyampaian aspirasi karena itu hak konstitusional. Tetapi ada cara yang lebih bijak, seperti dialog langsung tanpa pengeras suara dan tanpa menciptakan kegaduhan di ruang publik,” ujarnya.
Menurut Pemuda Ngrimase ini, masa Prapaskah merupakan periode refleksi, pertobatan, dan pengendalian diri, sebagaimana tertuang dalam surat edaran gereja. Oleh karena itu, aktivitas yang berpotensi menimbulkan keramaian berlebihan, pesta pora, maupun gesekan sosial sebaiknya dihentikan sementara demi menjaga suasana kondusif.
Pemuda Olilit Raya juga mengeluarkan peringatan serius bahwa mereka siap mengambil peran aktif sebagai mediator sosial apabila situasi berkembang ke arah yang tidak diinginkan.
“Jika imbauan ini tidak diindahkan, kami siap turun langsung melakukan komunikasi dan mediasi untuk memastikan situasi tetap aman, damai, dan terkendali,” tegas Ongen.
Sebagai langkah konkret, organisasi ini juga tengah menyiapkan surat resmi kepada Kapolres Kepulauan Tanimbar, dengan tembusan kepada unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya. Langkah tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pemuda Olilit Raya menegaskan, momentum Prapaskah dan Ramadan harus menjadi ruang refleksi bersama, bukan justru menjadi pemicu ketegangan sosial.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati momentum suci ini. Mari kita jaga Tanimbar tetap damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” tutupnya.(JM.ES).

