JurnalMaluku – Perusahan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo (TK) menambah jalur supplai air di jalur belakang BRI Tiakur, yang selama ini belum mendapatkan supplai air bersih.
Kapala Bagian Teknik sekaligus Pelaksana Tugas Harian Direktur Perumdam TK Paulus Walyana, mengatakan, penambahan jalur pipa dibelakang BRI Tiakur bagian dari rencana pengembangan pihak Perumdam. Hal ini disampaikan Walyana saat dimintai keterangan oleh media ini pada Jumat (14/02/25) di ruang kerjanya.

“Pemasangan jalur supplai air di belakang BRI Tiakur bagian dari skenario yang sudah direncanakan oleh Perumdam” tutur Walyana
Menurut Walyana selama ini belum ada jalur pipa di area belakang BRI dikarenakan belum ada calon pelanggan di area di area tersebut.
“Area tersebut per hari ini telah dihuni oleh beberapa rumah, sehingga pipa perlu dipasang untuk masyarakat di area sekitar dapat menikmati air bersih” ungkapnya
Lebih lanjut Walyana menjelaskan pipa yang sudah dipasang sepanjang 200 Meter dari jalur belakang BRI mengarah ke Jalur PLN, nantinya tambah Walyana akan dilakukan pengembangan untuk menyatukan jalur belakang BRI dengan jalur PLN.
Terkait dengan program pemutusan jalur bagi pelanggan yang belum membayar tagihan, Walyana menjelaskan bahwa ini bagian dari teguran kepada pelanggan yang abai terhadap kewajiban membayar tagihan air
“Untuk program pemutusan jalur air, sudah kita laksanakan dari tanggal 10 Februari sampai hari ini, dan ini bentuk teguran keras kepada pelanggan yang abai terhadap pembayaran air. Pelanggan yang diputuskan jalur airnya adalah mereka yang menunggak pembayaran lebih dari 3 Bulan, sebelum pemutusan kami juga sudah memberikan edaran pemberitahuan kepada semua pelanggan yang masih menunggak. Sedangkan untuk pelanggan yang terkena pemutusan jalur, harus membayar uang penyambungan sebesar Rp. 350.000,00 ” tegas Walyana (JM-EA)