JURNALMALUKU – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, menyoroti adanya perubahan pada dua trayek angkutan laut perintis, yakni R-73 dan R-86, yang dinilai merugikan masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Pernyataan tersebut disampaikan Alhidayat Wajo kepada wartawan usai menggelar pertemuan bersama pimpinan dan anggota DPRD Maluku Barat Daya (MBD) di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Selasa (20/01/2026).

Ia menjelaskan, dari hasil pembahasan diketahui bahwa trayek R-86 mengalami perubahan secara menyeluruh, sementara trayek R-73 mengalami pengurangan sejumlah titik singgah yang sebelumnya aktif melayani masyarakat.
“Dari evaluasi yang kami lakukan, terdapat dua trayek yang berubah. Trayek R-86 berubah secara total, sedangkan pada R-73 ada beberapa titik layanan yang ditiadakan,” ujar Alhidayat.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Komisi III DPRD Maluku meminta para legislator dari daerah pemilihan Maluku Barat Daya agar segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan di tingkat kabupaten setelah kembali ke daerah masing-masing.

Langkah tersebut dimaksudkan agar pemerintah kabupaten dapat menyampaikan surat resmi kepada Dinas Perhubungan Provinsi Maluku sebagai dasar pengajuan evaluasi dan penyesuaian trayek.
“Kami dorong agar ada komunikasi resmi dari pemerintah kabupaten ke Dinas Perhubungan provinsi, supaya usulan ini memiliki dasar administratif yang jelas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alhidayat menegaskan bahwa pada pekan depan Komisi III DPRD Maluku juga akan meminta Gubernur Maluku untuk meneruskan usulan revisi trayek tersebut kepada pemerintah pusat, sesuai dengan aspirasi masyarakat.
“Aspirasi warga jelas, mereka berharap trayek R-73 dan R-86 dapat dikembalikan seperti pola pelayanan tahun 2025 karena perubahan saat ini menghilangkan sejumlah titik penting,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat DPRD Maluku akan secara resmi menyampaikan aspirasi tersebut, sekaligus menunggu informasi awal dari Kementerian Perhubungan setelah menerima masukan dari DPRD Provinsi Maluku.
“Kami ingin trayek perintis ini benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bukan justru menyulitkan mereka,” tutup Alhidayat. (JM–AL).

