JURNALMALUKU-Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terus mematangkan langkah strategis menuju pembentukan Universitas Kepulauan Selatan Daya sebagai perguruan tinggi negeri mandiri di wilayah kepulauan.

Koordinator PSDKU Unpatti MBD, Dr. Abraham Mariwi, mengatakan bahwa hingga saat ini PSDKU telah memiliki modal sumber daya manusia dan kelembagaan yang kuat sebagai bagian dari kesiapan transformasi tersebut. Kesiapan itu tercermin dari jumlah mahasiswa aktif, lulusan, serta tenaga pendidik yang terus bertumbuh secara signifikan.

“Jumlah mahasiswa aktif PSDKU Unpatti MBD saat ini mencapai 1.518 orang, sementara total lulusan hingga tahun 2026 telah mencapai sekitar 500 sarjana. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap keberadaan PSDKU di Maluku Barat Daya,” ujar Dr. Mariwi dalam sambutannya pada saat gelaran wisuda periode ke 17 tahun 2026 pada Rabu (28/01/26).
Dari sisi akademik, PSDKU Unpatti MBD didukung oleh 46 orang dosen dengan kualifikasi pendidikan S2 dan S3, termasuk dosen yang telah dan sedang menempuh pendidikan doktoral. Pada tahun 2025, PSDKU juga memperoleh tambahan 1 dosen PNS dan 4 dosen ASN jalur PPPK, serta terus mengupayakan penambahan tenaga dosen guna memenuhi rasio dosen dan mahasiswa sesuai standar perguruan tinggi negeri mandiri.

Selain itu, PSDKU Unpatti MBD juga mulai menunjukkan langkah internasionalisasi dengan hadirnya dua mahasiswa internasional asal Timor Leste. Kehadiran mahasiswa asing tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam penguatan jejaring akademik serta peningkatan daya saing kampus di tingkat regional.
Dr. Mariwi menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kolaboratif antara civitas akademika, Universitas Pattimura, serta pemerintah daerah. Menurutnya, transformasi PSDKU menjadi universitas negeri mandiri bertujuan menghadirkan institusi pendidikan tinggi yang berakar pada kebutuhan masyarakat kepulauan, namun tetap mampu bersaing secara nasional.
“Ini bukan proses instan, tetapi langkah bertahap dan terukur untuk menghadirkan perguruan tinggi negeri yang relevan dengan karakter dan kebutuhan wilayah kepulauan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya, Eduard J.S. Davids, yang mewakili Bupati MBD dalam perhelatan wisuda tersebut juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah MBD untuk berkolaborasi dan bahu-membahu bersama seluruh civitas akademika PSDKU Unpatti MBD dalam menyiapkan langkah-langkah strategis menuju terbentuknya Universitas Negeri Kepulauan Selatan Daya.

Menurut Davids, kehadiran universitas negeri mandiri di Maluku Barat Daya merupakan bagian dari perjuangan menghadirkan keadilan pendidikan bagi wilayah kepulauan, sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.
“Pemerintah Kabupaten MBD siap mendukung seluruh proses yang dibutuhkan sesuai kewenangan daerah, agar cita-cita bersama membangun universitas negeri mandiri di bumi Kalwedo dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (JM-EA).

