JURNALAMALUKU-Layanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Tiakur belakangan dikeluhkan masyarakat, terutama terkait tekanan air yang tidak stabil. Menanggapi hal tersebut, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kalwedo memberikan penjelasan terkait kondisi aktual, tantangan pelayanan, serta upaya perbaikan yang tengah dan akan dilakukan.
Direktur Perumdam Tirta Kalwedo, Adam A. Lewier, menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan belum dapat memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari laba perusahaan. Hal tersebut disebabkan kondisi keuangan yang masih merugi serta cakupan pelayanan air bersih yang belum mencapai 80 persen penduduk perkotaan.
“Kontribusi PAD dari laba baru bisa diberikan apabila perusahaan sudah mencatat laba bersih dan cakupan pelayanan mencapai minimal 80 persen,” ujar Adam Lewier saat diwawancarai, Senin (19/1/2026).

Meski belum menyumbang PAD dari laba, Perumdam Tirta Kalwedo tetap memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya melalui pembayaran pajak air tanah sebesar kurang lebih Rp400 juta per tahun, yang disetorkan secara rutin setiap bulan.
Adam mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelayanan air bersih, terutama akibat pertambahan jumlah pelanggan yang tidak diimbangi dengan kapasitas pompa dan jaringan perpipaan yang memadai. Selain itu, sebagian jaringan pipa yang digunakan saat ini dinilai sudah tidak memenuhi standar karena diameter yang relatif kecil.
Sebagai upaya peningkatan pelayanan, berdasarkan informasi dari Dinas Cipta Karya, pada tahun 2027 direncanakan akan dilakukan peremajaan jaringan air bersih di dalam Kota Tiakur. Peremajaan tersebut mencakup peningkatan diameter pipa sesuai perencanaan teknis yang telah disampaikan Perumdam Tirta Kalwedo kepada pihak Pekerjaan Umum.
“Terkait teknis peremajaan jaringan pipa, kami sudah menyampaikan perencanaan ke PU. Untuk detail pelaksanaannya, silakan dikonfirmasi langsung ke pihak Cipta Karya,” katanya.
Menjawab keluhan masyarakat terkait penurunan tekanan air di beberapa wilayah, Adam menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh kegiatan pengurasan dan pembersihan seluruh bak reservoir yang dilakukan beberapa hari lalu. Kegiatan ini merupakan agenda berkala dan rutin yang dilaksanakan Perumdam Tirta Kalwedo guna menjaga kebersihan serta kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan.
“Dalam proses pengurasan, air di reservoir dikosongkan sehingga distribusi air ke jaringan pipa sempat terhambat. Pipa menjadi kosong dan udara masuk ke dalam sistem, sehingga tekanan air membutuhkan waktu untuk kembali stabil,” jelasnya.
Ke depan, Perumdam Tirta Kalwedo berencana melakukan inovasi teknis dengan menerapkan sistem bypass reservoir menggunakan pipa berdiameter 6 inci. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas distribusi air bersih kepada pelanggan meskipun kegiatan pengurasan reservoir tetap dilakukan secara rutin. (JM-EA).

