JURNALMALUKU-Warga Desa Elo, Kecamatan Luang Sermata, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), harus berjibaku menghadapi terjangan gelombang tinggi musim barat yang merusak talut penahan ombak di wilayah pesisir desa tersebut.
Informasi ini diterima media pada Sabtu (07/03/2026). Salah satu warga Desa Elo, Daniel Palpialy (24), menjelaskan bahwa kerusakan terjadi setelah beberapa hari terakhir wilayah tersebut dilanda cuaca buruk yang memicu gelombang laut cukup kuat.

Menurut Daniel, gelombang tinggi mengakibatkan abrasi serta merusak struktur talut hingga sebagian bagian talut patah. Dampaknya, sejumlah rumah warga yang berada di sekitar pesisir ikut mengalami kerusakan.

“Kondisi ini mulai kami rasakan sejak Jumat kemarin. Cuaca buruk membuat gelombang laut semakin kuat dan memperparah kerusakan yang sudah ada,” ujar Daniel.

Ia menambahkan, sejak Jumat hingga Sabtu, beberapa warga yang rumahnya berada di sekitar talut terpaksa mengungsi sementara karena bangunan rumah mereka mengalami retak bahkan hampir roboh akibat terjangan ombak.

“Hari ini masyarakat juga bergotong royong menyusun kembali batu-batu yang terlepas dari talut sebagai upaya darurat agar kerusakan tidak semakin meluas,” jelasnya.

Desa Elo yang berada di Kecamatan Luang Sermata merupakan salah satu wilayah terpencil di Kabupaten Maluku Barat Daya. Kondisi geografis desa yang berada di pesisir membuat masyarakat setempat sangat rentan terhadap dampak gelombang laut, terutama saat musim barat.

Warga berharap adanya perhatian dan penanganan dari pemerintah agar kerusakan talut penahan ombak tersebut dapat segera diperbaiki, sehingga dapat melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi dan gelombang tinggi di masa mendatang. (JM-EA).

