JURNALMALUKU— Jemaat Gereja Kristen Reformasi Indonesia (GKRIA) Alfa Omega Yawuru, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-V GKRIA.

Kegiatan berskala nasional ini dibuka pada Rabu (22/10/25), dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, menghadirkan para utusan jemaat dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas arah pelayanan, memperkuat organisasi, serta memperbarui komitmen iman gereja dalam menghadapi tantangan zaman.

Pelaksanaan Munas GKRIA ke-V diikuti oleh 132 peserta yang terdiri dari 11 jemaat dari total 13 jemaat GKRIA yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran para utusan ini menjadi wujud nyata komitmen dan kesatuan pelayanan di bawah naungan Sinode AM GKRIA.

Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Th Noach, yang diwakili oleh Camat Kisar Selatan, Johan P. Mosse, membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Camat Johan P. Mosse menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan nasional ini di wilayah Kisar Selatan. Ia berharap, momentum musyawarah dapat mempererat kebersamaan antarjemaat dan menjadi sarana pembaruan dalam pelayanan gereja yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan Munas GKRIA ini. Kiranya melalui musyawarah ini, gereja dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta mendorong kemajuan masyarakat di Maluku Barat Daya,” ujar Mosse mewakili Bupati.

Sementara itu, Ketua Sinode AM GKRIA, Pdt. Eni Vice Angelia, S.Si. Theol., dalam arahannya menegaskan pentingnya persatuan dan pembaruan visi pelayanan agar gereja semakin kuat dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Ia berharap hasil musyawarah kali ini dapat memperkuat struktur organisasi, menumbuhkan semangat pelayanan, serta memperkokoh peran gereja dalam membangun umat dan bangsa.

Ketua Sinode juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kementerian Agama atas dukungan dan sinergi dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, toleran, dan berkeadaban.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Barat Daya, Nansij Latuheru, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ini untuk membahas hal-hal bermanfaat bagi kemajuan umat dan pelayanan gereja.
Latuheru menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama, penerapan nilai-nilai moderasi beragama, serta penguatan sinergi antar pelayan jemaat dalam menghadirkan gereja yang damai dan berdaya bagi masyarakat.
Musyawarah Nasional GKRIA ke-V ini diharapkan menjadi sarana konsolidasi dan pembaruan pelayanan yang meneguhkan komitmen gereja dalam melayani Tuhan dan sesama, serta memperkokoh peran GKRIA dalam membangun bangsa melalui kasih, iman, dan pengabdian.
Dalam forum Musyawarah Nasional ke-V yang berakhir pada Sabtu (25/10/25) ini, para peserta secara aklamasi kembali mempercayakan Pdt. Eni Vice Angelia, S.Si. Theol. sebagai Ketua Umum Sinode AM GKRIA, dan menetapkan Pdt. Dominggas Yanti Rijoly, S.Si. sebagai Sekretaris Umum Sinode AM GKRIA untuk masa bakti berikutnya.Keputusan ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen bersama untuk melanjutkan kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan. (JM-EA).

