JURNALMALUKU-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku akhirnya memiliki pimpinan baru yang akan dilantik secara resmi pada Senin, (28/10 2024), di Gedung DPRD Maluku.
Momentum ini menjadi tanda dimulainya era baru dalam tata kelola pemerintahan di Maluku, dengan harapan membawa manfaat bagi masyarakat serta melahirkan komitmen baru dalam menjalankan amanat rakyat.
Pengumuman mengenai pelantikan ini disampaikan oleh Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, dalam pertemuan bersama wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 24 Oktober 2024.
Watubun menjelaskan bahwa pelantikan tersebut dilakukan setelah melalui serangkaian tahapan administrasi, termasuk penandatanganan surat keputusan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 18 Oktober 2024. Tak lama setelah itu, salinan resmi dari keputusan Mendagri diterima oleh Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku, dan Pengadilan Tinggi, yang memastikan pelantikan dapat dilaksanakan.
Proses menuju pelantikan tidaklah instan. Sebelum acara resmi ini, DPRD Maluku telah menjalankan beberapa rapat koordinasi penting, khususnya dengan Ketua Fraksi dan pimpinan Panitia Khusus Tata Tertib DPRD.
Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan pandangan dan merampungkan pembahasan tata tertib, sehingga saat pimpinan baru resmi bertugas, mereka dapat segera menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan lebih terstruktur dan efektif.
Selain itu, DPRD Maluku juga telah menetapkan susunan alat kelengkapan DPRD, meliputi Badan Anggaran, Badan Pembentukan Peraturan Daerah, serta Badan Kehormatan. Penyusunan ini dianggap penting untuk memastikan kelancaran setiap kebijakan yang diambil, dengan adanya dukungan penuh dari seluruh fraksi di DPRD Maluku.
Watubun menegaskan, “Dengan adanya persetujuan dari setiap fraksi, setiap kebijakan yang diambil akan dapat dijalankan dengan baik, dan hal ini akan mendukung efektivitas kinerja DPRD.”
Watubun juga menekankan bahwa meskipun DPRD Maluku saat ini berada dalam dinamika proses politik yang cukup intens, komitmen mereka terhadap kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas.
“Kami menyadari bahwa kepentingan rakyat Maluku harus menjadi prioritas utama. Walaupun kami terlibat dalam urusan politik, pelayanan kepada masyarakat tetap kami utamakan,” ujarnya.
Acara pelantikan ini sendiri diharapkan akan membawa dampak positif bagi kemajuan Maluku. Dengan semangat baru yang tercermin dalam komitmen pimpinan DPRD yang dilantik, diharapkan lembaga legislatif ini dapat lebih responsif dalam menghadapi tantangan serta merespon kebutuhan masyarakat.
Pimpinan DPRD yang baru juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara berbagai pihak di lingkungan DPRD, sehingga aspirasi masyarakat dapat diserap dan diwujudkan dengan lebih baik.
Ke depan, berbagai tantangan dan peluang menanti DPRD Maluku. Namun, dengan landasan komitmen yang kuat dan upaya kolaboratif bersama fraksi dan alat kelengkapan yang ada, diharapkan DPRD mampu menjadi institusi yang tak hanya berperan dalam pengambilan keputusan, tetapi juga aktif dalam mewujudkan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat Maluku.
Pelantikan ini, dengan demikian, bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal bagi sebuah komitmen baru dalam pengabdian dan pelayanan.(JM.ES).