JURNALMALUKU – Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) resmi menggelar kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “KKN UKIM Berdampak Berbasis SMART”. Kegiatan ini berlangsung di Ambon pada 4 Mei 2026 sebagai langkah awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Sebanyak 186 mahasiswa mengikuti pembekalan ini dan akan terlibat dalam berbagai skema KKN, yakni KKN Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), KKN Tematik, dan KKN Profesi. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, hingga praktisi guna memperkuat kesiapan mahasiswa di lapangan.

Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UKIM, Devita Madiuw, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
“KKN adalah ruang pembentukan kepekaan sosial, integritas, dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa sebagai calon intelektual dan agen perubahan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa KKN Tematik kali ini dirancang sebagai bentuk sinergi antara UKIM dan Gereja Protestan Maluku (GPM). Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah jemaat diharapkan mampu merespons berbagai tantangan ekonomi masyarakat.
“Kami melihat banyak jemaat memiliki semangat berwirausaha dan potensi ekonomi yang besar, namun masih terbatas dalam akses pengetahuan dan keterampilan. Di sinilah UKIM hadir—sebagai mitra yang belajar dan bergerak bersama warga jemaat,” tambahnya.
Rektor UKIM, Steve Gaspersz, secara resmi membuka kegiatan pembekalan tersebut. Dalam arahannya, ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerjemahkan teori menjadi praktik yang bernilai dan relevan bagi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan pembekalan ini juga menghadirkan Bodewin Wattimena yang memaparkan program pembangunan Pemerintah Kota Ambon serta pentingnya sinkronisasi dengan kegiatan KKN UKIM.
Selain itu, materi literasi keuangan disampaikan oleh Grace Persulessy, yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan dalam pemberdayaan masyarakat. Sementara materi etika bermasyarakat dibawakan oleh Sandy V Hukunala, yang mengingatkan mahasiswa akan pentingnya sikap dan perilaku dalam berinteraksi di lingkungan sosial.
Mahasiswa juga dibekali dengan pemahaman tentang translasi konsep SMART sebagai visi dan misi Rektor ke dalam program kerja konkret di lapangan, sehingga pelaksanaan KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak yang terukur.
Pada pelaksanaan KKN kali ini, mahasiswa akan terlibat dalam tiga bentuk kegiatan, yakni KKN PPM yang diikuti mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Informatika, KKN Tematik oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta KKN Profesi oleh mahasiswa Fakultas Hukum.
Melalui pembekalan ini, UKIM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KKN yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga berdampak nyata, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi jemaat dan pembangunan sosial berbasis nilai-nilai SMART. (JM–AL).

