JURNALMALUKU — Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan itu kembali menemukan maknanya di Bumi Kalwedo. Di Lapangan Kalwedo, Tiakur, Senin (17/8/2026), Sang Saka Merah Putih berkibar sebagai simbol bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus terus dijaga oleh setiap generasi.

Momentum Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Barat Daya berlangsung khidmat. Bupati MBD Benyamin Th. Noach bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Lettu Inf. Yongky Lekatompessy, Pasiintel Kodim 1511/Pulau Moa lulusan Secapa 2022, dipercaya sebagai Komandan Upacara.

Di balik berkibarnya Merah Putih, ada perjuangan para Paskibraka MBD yang telah mempersiapkan diri melalui latihan, disiplin dan kekompakan. Tugas mereka bukan sekadar menjalankan rangkaian gerakan upacara, tetapi membawa amanah simbolis untuk menghormati bendera kebangsaan.

Pada prosesi tersebut, pembawa baki dipercayakan kepada Alen Belania Samaryanto, pelajar SMA Negeri 13 MBD. Dengan langkah tegap, ia bersama pasukan menjalankan tugas hingga Merah Putih mencapai puncak tiang.

Perwira Upacara dijabat Letnan Satu Czi Johan Lekatompessy, Pasiter Kodim 1511/Pulau Moa, lulusan Secapa 2021. Sedangkan Komandan Paskibraka dipercayakan kepada Serka Edy Sopyan, Batiminpers Kodim 1511/Pulau Moa, abituren Bintara 2011.

Ketika Merah Putih berkibar di langit Tiakur, penghormatan diberikan bukan hanya kepada bendera, tetapi juga kepada nilai perjuangan yang melekat di baliknya. Kemerdekaan mengandung tanggung jawab untuk menjaga persatuan, mengisi pembangunan dan meneruskan cita-cita para pendahulu.

Nuansa peringatan semakin kuat dengan kehadiran peserta upacara yang mengenakan pakaian sipil resmi dipadukan kain tenun. Identitas budaya MBD hadir berdampingan dengan simbol kebangsaan, memperlihatkan bahwa semangat Indonesia tumbuh dari keberagaman daerah.

Dari Bumi Kalwedo, peringatan 81 tahun kemerdekaan kembali mengingatkan bahwa Merah Putih bukan sekadar bendera yang dikibarkan setiap 17 Agustus. Ia adalah simbol perjuangan, persatuan dan tanggung jawab generasi hari ini untuk menjaga kemerdekaan tetap bermakna bagi generasi yang akan datang. (JM-EA).
