Petrosea Buka Lowongan Khusus Tanimbar, GMNI: Jangan Anak Tirikan MBD

Adm3
Adm3

JURNALMALUKU — Pembukaan lowongan pekerjaan oleh PT Petrosea Tbk yang berkaitan dengan proyek Blok Masela mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku. GMNI mendorong agar putra-putri Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) memperoleh kesempatan yang setara dalam proses rekrutmen tenaga kerja untuk proyek tersebut.

Ketua DPD GMNI Maluku, Alberthus Y.R. Pormes, mengatakan perhatian tersebut muncul setelah PT Petrosea Tbk membuka pendaftaran lowongan pada 29 September hingga 2 Oktober 2026, yang disebut secara khusus memberikan kesempatan kepada putra-putri Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) untuk bekerja dalam proyek Blok Masela.

Menurut Pormes, GMNI menghargai kesempatan yang diberikan kepada masyarakat Tanimbar. Namun, apabila terdapat skema afirmasi bagi KKT, GMNI berharap kesempatan dengan prinsip yang sama juga dapat dibuka bagi putra-putri MBD yang sejak awal disebut sebagai salah satu daerah prioritas dalam proyek strategis nasional tersebut.

“Sekali lagi ini bukan soal like and dislike, tetapi soal keadilan bagi kedua daerah,” tegas Pormes.

Ia berharap kebijakan rekrutmen tenaga kerja proyek Blok Masela dapat memberikan ruang yang proporsional bagi masyarakat MBD dan Tanimbar. Hal tersebut dinilai penting agar komitmen pemerintah mengenai pemberdayaan tenaga kerja lokal dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di kedua daerah.

Pormes kemudian mendesak Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku mengambil langkah konkret untuk memastikan kebijakan afirmasi tenaga kerja lokal dapat diterapkan secara konsisten oleh perusahaan yang terlibat dalam proyek Blok Masela.

“Kami meminta Pemerintah Daerah dan DPRD Provinsi Maluku memberikan perhatian serius serta memastikan adanya kesempatan yang setara bagi masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menyampaikan bahwa tenaga kerja lokal asal MBD dan KKT akan menjadi prioritas dalam proyek Blok Masela. Pemerintah juga memperkirakan proyek tersebut membutuhkan sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung pada masa konstruksi.

Karena itu, GMNI meminta PT INPEX sebagai operator proyek memastikan komitmen terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal diterapkan secara konsisten, termasuk melalui perusahaan-perusahaan kontraktor yang terlibat dalam proyek Blok Masela. Menurut Pormes, mekanisme rekrutmen perlu memberikan akses yang terbuka dan proporsional bagi masyarakat dari kedua daerah prioritas tersebut.

GMNI menegaskan bahwa dorongan terhadap kesempatan kerja bagi MBD bukan dimaksudkan untuk mengurangi peluang masyarakat Tanimbar. Sebaliknya, GMNI menginginkan adanya kesetaraan akses dan kesempatan, sehingga putra-putri terbaik dari MBD maupun Tanimbar dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari kehadiran proyek Blok Masela.

“Sebagaimana janji Pemerintah Pusat melalui Menteri ESDM terhadap proyek ini, akan diprioritaskan anak-anak daerah, khususnya Maluku Barat Daya dan Tanimbar. Itu yang harus segera dilaksanakan oleh korporasi PT INPEX secara konsisten, demi memberikan rasa keadilan bagi kedua daerah,” pungkas Pormes. (JM-EA).

Sebarkan artikel ini
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan gunakan tombol share untuk membagi berita.