JURNALMALUKU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU MBD Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Pejabat Kepala Desa Persiapan Yawuru, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Nehemia Samloy, atas program pembagian bak sampah sekaligus upaya mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Nehemia Samloy saat memberikan keterangan kepada wartawan media ini, Jumat (21/8/2026), menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU MBD Tahun 2026 yang melaksanakan berbagai program di Desa Persiapan Yawuru.
Menurutnya, program pembagian bak sampah sangat membantu pemerintah desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya melalui lingkungan pendidikan, mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara baik dan benar.
“Beta sebagai Pejabat Kepala Desa Persiapan Yawuru sangat berterima kasih dengan kehadiran teman-teman mahasiswa KKN PSDKU MBD Tahun 2026. Pembagian bak sampah ini sangat membantu katong untuk memberikan advokasi kepada masyarakat dan anak-anak sekolah,” ujar Nehemia.



Ia menjelaskan, Desa Persiapan Yawuru memiliki tiga sekolah dasar (SD), satu sekolah menengah pertama (SMP), serta dua sekolah menengah kejuruan (SMK). Selain lingkungan sekolah, bak sampah juga dibagikan kepada sejumlah fasilitas umum, rumah ibadah, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, pembagian bak sampah di lingkungan rumah ibadah mencakup Gereja GPM Yawuru, Gereja GKRIA Alfa Omega Yawuru, Gereja GSJA Elshaday Yawuru, Gereja GBI Pengharapan Yawuru, dan Gereja GPDI Yawuru.



Sebanyak 12 bak sampah telah dibagikan kepada fasilitas pendidikan, gereja, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Desa Persiapan Yawuru.
Nehemia mengatakan, meskipun advokasi secara langsung kepada siswa dan masyarakat belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan waktu, pihaknya telah meminta bantuan para kepala sekolah dan pimpinan gereja untuk meneruskan edukasi mengenai pengelolaan sampah.
“Beta sudah menyampaikan kepada guru-guru dan gereja-gereja, kepada para pendeta, supaya memberikan penjelasan dan pengertian kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengelola sampah di Desa Persiapan Yawuru dengan baik,” katanya.
Ia berharap, pengelolaan sampah yang baik dapat menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat sehingga berbagai aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih baik.
Hal menarik dari program tersebut, bak sampah yang dibagikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU MBD Tahun 2026 dibuat menggunakan bahan baku yang tersedia di Desa Persiapan Yawuru, yakni bambu.

Nehemia menilai hal tersebut merupakan bentuk kreativitas mahasiswa KKN sekaligus upaya memanfaatkan potensi lokal.
Ia meminta seluruh pihak yang menerima bak sampah agar memanfaatkannya dengan baik dan tidak menjadikan bak tersebut sebagai tempat membakar sampah.
“Beta juga mengharapkan supaya bak sampah ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai bakar-bakar sampah di dalam bak sampah, karena kalau begitu asas manfaatnya hanya satu kali digunakan,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan bak sampah bukan sekadar menyediakan tempat membuang sampah, tetapi harus diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Karena itu, Nehemia mengajak seluruh masyarakat untuk secara bertahap membangun kebiasaan mengelola sampah dengan baik, dimulai dari fasilitas umum, sekolah, rumah ibadah hingga lingkungan tempat tinggal.
Nehemia menegaskan, program bak sampah merupakan salah satu program pendamping dari rangkaian kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU MBD Tahun 2026 di Desa Persiapan Yawuru.
Sejumlah program utama mahasiswa KKN masih terus berjalan, antara lain pemetaan desa yang mencakup fasilitas-fasilitas umum, pemetaan lokasi wisata, serta pemetaan tempat usaha yang berada di wilayah Desa Persiapan Yawuru.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program pembuatan profil desa secara elektronik, pembuatan kajian hukum dan naskah akademik, sosialisasi hukum, pembuatan website desa, serta kajian naskah akademik untuk rancangan peraturan Desa Persiapan Yawuru apabila nantinya menjadi desa definitif.
“Tempat sampah ini hanya program pendamping. Semua program utama tetap berjalan dengan baik,” jelas Nehemia.
Menjelang berakhirnya pelaksanaan KKN, Nehemia berharap seluruh program mahasiswa KKN PSDKU MBD Tahun 2026 dapat diselesaikan sesuai target.
Ia menyebutkan, progres pelaksanaan dan penilaian kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Nehemia berharap pada saat mahasiswa KKN ditarik pada 1 September 2026, seluruh program yang telah direncanakan dapat diselesaikan hingga mencapai 100 persen.
“Beta sebagai Pejabat Kepala Desa Persiapan Yawuru meminta kalau memang mahasiswa KKN pada tanggal 1 September nanti ditarik, semoga semua kegiatan sudah selesai. Sekarang penilaiannya sudah sekitar 80 persen. Beta berharap ketika tanggal 1 September penarikannya, semuanya sudah menjadi 100 persen,” pungkasnya. (JM–AL).
