JURNALMALUKU — Pembangunan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Desa Rotnama, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), hingga September 2026 belum juga sepenuhnya rampung. Padahal, proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten MBD Tahun Anggaran 2025 itu ditargetkan selesai pada Desember 2025.

Artinya, pekerjaan tersebut telah melewati batas waktu penyelesaian yang seharusnya. Kondisi ini menjadi sorotan karena bangunan yang diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat hingga kini masih menyisakan sejumlah pekerjaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pembangunan Pustu Rotnama dikerjakan oleh CV. Timur Raya Perkasa. Anggaran proyek tersebut disebut telah dicairkan 100 persen, sementara kondisi fisik bangunan di lapangan masih menunjukkan adanya bagian-bagian yang belum selesai.

Hasil pantauan dan dokumentasi yang diperoleh media ini memperlihatkan sejumlah pekerjaan yang masih perlu dibenahi. Beberapa pintu belum terpasang. Pada bagian ventilasi udara, terdapat ventilasi yang tampak hanya dipasang dan ditahan menggunakan paku tanpa dilengkapi engsel.

Persoalan juga terlihat pada bagian timbunan bangunan yang tidak rata. Timbunan yang mengalami penyusutan diduga berdampak pada rabat beton yang telah dicor hingga mengalami keretakan. Pada sejumlah bagian lainnya, tegel juga terlihat tercungkil.

Tidak hanya itu, sebagian ruas jendela masih belum dilengkapi ventilasi. Beberapa ruangan di dalam bangunan juga belum memiliki pintu. Fasilitas sanitasi berupa kloset belum terpasang, sementara lantai kamar mandi juga belum seluruhnya dipasangi tegel.
Dokumentasi yang diperoleh media ini juga memperlihatkan salah satu bagian kamar mandi yang tampak belum diplester, namun pada bagian tersebut telah dipasangi tegel. Kondisi tersebut membutuhkan penjelasan teknis terkait tahapan maupun kualitas pelaksanaan pekerjaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Yosep Menora, selaku pihak yang mengerjakan paket pembangunan Pustu Rotnama, saat dikonfirmasi media ini pada Senin (21/9/2026), mengatakan bahwa pekerjaan masih dalam proses penyelesaian.
Yosep menyebutkan, pekerjaan yang tersisa saat ini meliputi tiga buah pintu, pekerjaan lantai serta sanitasi kamar mandi. Menurutnya, bagian-bagian tersebut tengah dirampungkan oleh pihaknya.
Keterangan Yosep tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan pada bangunan Pustu Rotnama meskipun target penyelesaian proyek telah terlewati. Sementara itu, sejumlah kondisi fisik lainnya yang ditemukan di lapangan, seperti keretakan rabat, tegel yang tercungkil dan kondisi ventilasi, masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai penanganannya.
Proyek yang seharusnya selesai pada Desember 2025 namun masih berproses hingga September 2026 ini pada akhirnya memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan, pengawasan, serta penyelesaian pekerjaan. Terlebih, proyek tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten MBD.(JM-EA).