JURNALMALUKU – Usia 27 tahun bukan alasan bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk berpuas diri. Justru di titik ini, pemerintah daerah dituntut bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan memastikan pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat.
Pesan tegas itu disampaikan Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, saat memimpin upacara peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Lapangan Mandriak, Sifnana, Senin (5/10/2026) pukul 15.47 WIT.

Mengusung tema “Tanimbar Berdaya, Adil, dan Makmur”, Ricky menegaskan tema tersebut bukan sekadar slogan perayaan ulang tahun daerah, melainkan arah dan komitmen bersama dalam membangun masa depan Tanimbar.
“Tanimbar Berdaya berarti kita membangun manusia Tanimbar yang mandiri, terampil, berpendidikan, dan sehat. Pembangunan bukan hanya tentang jalan dan jembatan, tetapi utamanya membangun manusianya,” kata Ricky.

Menurutnya, pembangunan Tanimbar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur tetap penting, namun fondasi utama kemajuan daerah adalah masyarakat yang memiliki kemampuan, pendidikan, kesehatan, serta kemandirian.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti di pusat pemerintahan, tetapi harus menjangkau seluruh pulau dan desa tanpa terkecuali.
“Tidak ada pulau yang tertinggal, tidak ada desa yang terabaikan, tidak ada warga yang merasa dipinggirkan. Keadilan adalah fondasi utama kebersamaan kita,” ujarnya.
Sementara Tanimbar yang makmur, lanjut Ricky, harus dapat diukur dari kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, serta pengelolaan potensi sumber daya alam dan budaya harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan Tanimbar tidak dapat dikerjakan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah butuh dukungan DPRD, butuh partisipasi masyarakat, butuh doa dari kita semua. Mari kita kurangi perdebatan yang tidak perlu, dan perbanyak karya nyata untuk anak cucu kita di masa depan,” pesannya.
Di tengah tuntutan kemajuan, Ricky mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan identitas Tanimbar. Nilai-nilai budaya Duan Lolat, adat istiadat dan kehidupan sosial masyarakat harus tetap menjadi pijakan dalam menghadapi perubahan.
“Mari kita jaga kedamaian di tanah kita. Mari kita rawat budaya dan adat istiadat kita sebagai jati diri bangsa. Dan mari kita buka pintu selebar-lebarnya untuk kemajuan, tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Tanimbar,” katanya.
Ia menyebut perjalanan 27 tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar bukanlah waktu yang singkat. Berbagai tantangan telah dilewati masyarakat, disertai sejumlah capaian yang lahir dari kerja keras dan semangat persatuan.
Namun, perjalanan tersebut menurut Ricky tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat berhenti berbenah.
“Namun, ini bukan saatnya untuk berpuas diri. Justru di usia ini, kita semakin dituntut untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Ricky kemudian menyampaikan ucapan selamat HUT ke-27 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dari Molu Maru hingga Selaru, termasuk masyarakat Tanimbar yang berada di berbagai daerah.
“Selamat ulang tahun yang ke-27, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Selamat juga kepada seluruh warga kami, dari ujung timur Molu Maru hingga ujung selatan Selaru, di mana pun berada,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-27 tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun bersama rombongan, pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Menutup sambutannya, Ricky mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian Tanimbar dan mendoakan agar daerah tersebut senantiasa dijauhkan dari bencana maupun perselisihan.
Ia berharap seluruh kekuatan masyarakat dapat disatukan untuk membawa Tanimbar memasuki fase pembangunan yang semakin nyata, dengan manusia sebagai kekuatan utama dan budaya sebagai identitas yang tetap dijaga.
Dari Molu Maru hingga Selaru, pesan HUT ke-27 itu menjadi penegasan Ricky: Tanimbar tidak cukup hanya bertumbuh, tetapi harus memastikan pertumbuhan itu menghadirkan keberdayaan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat.(JM-ES).