JURNALMALUKU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon memberikan apresiasi kepada Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Ambon yang dinilai berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha, khususnya dalam memberikan edukasi terkait regulasi produk obat dan makanan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Balai BPOM di Ambon, Tamran Ismail, S.Si., MP, saat menghadiri dialog interaktif pengembangan UMKM di kalangan anak muda yang dirangkaikan dengan silaturahmi serta buka puasa bersama keluarga besar HIPMI Kota Ambon di Caffe 93, Kota Ambon, Sabtu (07/03/2026).
Dalam kesempatan itu, Tamran Ismail menyampaikan bahwa BPOM sangat mendukung inisiatif HIPMI yang membuka ruang diskusi bagi para pelaku usaha muda untuk memahami pentingnya legalitas serta standar keamanan produk sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menyosialisasikan berbagai regulasi kepada para pelaku usaha, khususnya terkait perizinan dan standar produk obat serta makanan.
“Kami memberikan apresiasi kepada HIPMI karena telah menjadi jembatan bagi pemerintah, dalam hal ini BPOM, untuk menyampaikan informasi terkait regulasi dan tata cara perizinan produk obat dan makanan. Hal ini penting agar produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan kualitas,” ujar Tamran.

Ia menjelaskan, BPOM memiliki peran penting dalam memastikan setiap produk yang beredar di masyarakat telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan kualitas sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Karena itu, BPOM terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi pengusaha, guna memperkuat pengawasan sekaligus pembinaan terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM yang bergerak di bidang pangan dan produk olahan.
Tamran juga menegaskan bahwa upaya tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan yang mendorong peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pembinaan serta pengawasan produk pangan dan obat.
“Melalui sinergi dan kolaborasi ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat memahami pentingnya legalitas produk, sehingga produk yang beredar di Kota Ambon benar-benar memenuhi standar keamanan pangan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa BPOM telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon dalam rangka memperkuat regulasi daerah terkait keamanan pangan, guna memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Saat ini juga sedang disiapkan regulasi di tingkat daerah, termasuk Peraturan Wali Kota terkait keamanan pangan. Ke depan diharapkan regulasi tersebut dapat diperkuat lagi melalui peraturan daerah tentang keamanan pangan,” tambahnya.
Kegiatan dialog interaktif tersebut menjadi bagian dari upaya HIPMI Kota Ambon dalam mendorong peningkatan kapasitas dan pemahaman para pengusaha muda terhadap regulasi usaha, sekaligus memperkuat pengembangan UMKM yang aman, legal, dan berdaya saing di Kota Ambon. (JM–AL).

