JURNALMALUKU – Ketua Harian DPD KNPI Provinsi Maluku, Eliza A. de Lima, menggelar pertemuan strategis bersama Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia dan ASEAN, Marc Gerritsen, pada Senin malam (6/4) 2026, di Konsulat Belanda di Ambon. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan interaktif, dengan fokus utama pada upaya menjajaki kolaborasi internasional guna mengoptimalkan potensi daerah Maluku.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang pengembangan Maluku yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, serta komoditas unggulan seperti pala dan cengkeh. Selain itu, Maluku juga dinilai memiliki prospek besar dalam pengembangan ekonomi biru, pariwisata berbasis sejarah dan budaya, serta industri hilirisasi yang berkelanjutan.
Eliza A. de Lima menegaskan bahwa Maluku memiliki posisi geopolitik yang strategis sebagai wilayah kepulauan, namun masih membutuhkan sentuhan inovasi dan dukungan kerja sama global. Ia menyebutkan bahwa KNPI Maluku mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam memanfaatkan potensi lokal melalui pendekatan kolaboratif dengan mitra internasional.
Beberapa poin penting yang menjadi pembahasan antara lain peluang kerja sama di sektor maritim dan perikanan melalui transfer teknologi, mengingat Belanda memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan wilayah laut. Selain itu, turut dibahas penjajakan program pengembangan pemuda seperti beasiswa dan pertukaran pemuda guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang digital dan manajerial.
Di sisi lain, pengembangan ekonomi hijau dan pariwisata berbasis sejarah juga menjadi perhatian, termasuk upaya mengangkat nilai historis hubungan Maluku dan Belanda sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif.
Eliza A. de Lima menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan dan perhatian Pemerintah Kerajaan Belanda terhadap Maluku. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret dalam membuka peluang lebih luas bagi pemuda Maluku untuk terhubung dengan dunia internasional dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Marc Gerritsen juga mengapresiasi inisiatif dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh KNPI Maluku. Ia menilai Maluku memiliki potensi besar, terutama di sektor maritim dan pembangunan berkelanjutan, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di masa depan, termasuk dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di wilayah kepulauan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Pemuda Maluku dan Kerajaan Belanda, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. (JM–AL).


