JURNALMALUKU – Pemerintah Kota Ambon bersama PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi peningkatan konsumsi dalam beberapa hari terakhir.
Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Wayame Ambon terus mengoptimalkan distribusi BBM guna menjaga kelancaran pelayanan di seluruh SPBU di wilayah Kota Ambon. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menjelaskan bahwa stok BBM saat ini masih dalam kondisi terkendali.
“Stok kami sampaikan sekali lagi dalam kondisi aman. Kami juga mampu memenuhi lonjakan konsumsi masyarakat pada Senin (30/03/2026), khususnya untuk Pertalite dan Pertamax, dengan suplai tambahan sekitar 60 persen dari normal harian. Artinya, dengan lonjakan ini pun, stok masih tersedia,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, antrean di SPBU bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan peningkatan konsumsi yang bersifat sementara.
Pertamina turut mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi serta memastikan kebenaran informasi yang beredar agar tidak memicu kepanikan atau panic buying.
“Kami terus menjaga stok di Fuel Terminal dan memastikan distribusi ke SPBU berjalan efektif. Mari gunakan energi secara bijak dan beli BBM sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, juga menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan BBM di wilayahnya. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Jika ada informasi tentang kelangkaan BBM, kami pastikan itu tidak benar. Stok BBM di Kota Ambon tersedia dan mencukupi. Jangan percaya isu-isu yang menyesatkan,” tegasnya.
Bodewin juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar yang justru dapat memperparah antrean di SPBU.
“Kami berharap masyarakat membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Tidak perlu panik dengan mengisi dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menangkal penyebaran informasi hoaks dengan menyebarkan informasi yang benar di lingkungan masing-masing.
Pemerintah memastikan akan terus hadir bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
“Mari bijak dalam mengisi BBM dan bantu menyampaikan informasi yang benar agar kita bisa melawan berita hoaks yang menimbulkan kepanikan,” tutupnya. (JM–AL).


