JURNALMALUKU – Rencana pengembangan Lapangan Abadi Blok Migas Masela sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) terus dimatangkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Hal ini ditandai dengan rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (31/3/2026), dengan melibatkan Kementerian ESDM, SKK Migas, INPEX Masela Ltd., Pemerintah Provinsi Maluku, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Rapat tertutup tersebut membahas berbagai peluang, hambatan, dan tantangan guna memastikan percepatan realisasi proyek Blok Masela sesuai target.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
“Blok Masela merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun dukungan masyarakat agar dapat berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung proyek tersebut dengan menekankan pentingnya manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan Blok Masela harus mampu meningkatkan kesejahteraan warga, membuka lapangan kerja, serta melibatkan tenaga kerja lokal secara maksimal.
Selain itu, Pemkab MBD juga mendorong perusahaan pelaksana untuk mengutamakan penggunaan vendor lokal, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa konstruksi.
“Material lokal seperti batu, pasir, dan kebutuhan konstruksi lainnya diharapkan dapat berasal dari wilayah MBD, sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya itu, kebutuhan konsumsi dalam kegiatan proyek juga diharapkan memprioritaskan produk pangan lokal, seperti sayur-mayur, ikan, dan daging dari masyarakat setempat guna mendorong perputaran ekonomi daerah.
Bupati Noach menambahkan, sinergi antar pihak, kesiapan sumber daya manusia, serta sosialisasi kepada masyarakat terdampak menjadi kunci utama agar proyek Blok Masela dapat berjalan lancar dan memberikan dampak berkelanjutan bagi daerah. (JM–AL).


