JURNALMALUKU – Anggota DPRD Provinsi Maluku Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Yan Zamora Noach, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Babar Timur.
Komitmen tersebut disampaikan usai dirinya melaksanakan kegiatan reses di sejumlah desa, yakni Desa Kroing, Desa Manuweri, dan Desa Yatoke, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Noach menyerap langsung berbagai kebutuhan masyarakat yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, koperasi, pertanian, perikanan, infrastruktur, hingga perhubungan.
Dalam dialog bersama warga, aspirasi yang disampaikan didominasi oleh kebutuhan dasar yang hingga saat ini dinilai belum terpenuhi secara maksimal.

Pada sektor pendidikan, masyarakat mengeluhkan keterbatasan sarana dan prasarana yang berdampak pada proses belajar mengajar. Warga mengusulkan penambahan ruang belajar di SMA Negeri 1 MBD, pembangunan pagar di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 MBD, serta rehabilitasi SMK PGRI Ahapari. Bahkan, masyarakat juga mendorong peningkatan status sekolah tersebut menjadi SMK Negeri.
“Ini bukan sekadar permintaan, tapi kebutuhan mendasar agar kualitas pendidikan anak-anak di Babar Timur bisa lebih baik,” ujar Noach.
Di bidang kesehatan, masyarakat menyoroti minimnya fasilitas layanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas. Mereka mengusulkan pengadaan alat kesehatan, mobil ambulans, penambahan tenaga dokter, serta pembangunan gedung rawat inap baru.
Menurut Noach, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam akses layanan kesehatan.
“Karena itu, fasilitas di tingkat puskesmas harus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, pada sektor koperasi, warga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mulai dari terbatasnya gerai usaha hingga rendahnya kapasitas sumber daya manusia pengurus.
Masyarakat berharap adanya pelatihan berkelanjutan serta penyederhanaan regulasi agar koperasi dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing.
Di sektor pertanian, masyarakat mengusulkan bantuan alat dan sarana produksi seperti hand traktor dan traktor mini. Selain itu, pembangunan jalan usaha tani di tiga desa menjadi prioritas untuk memperlancar akses ke lahan dan distribusi hasil panen.
Warga juga meminta bantuan bibit jagung, padi, serta kendaraan roda tiga untuk mengangkut hasil pertanian.
“Kalau akses dan sarana pendukung diperbaiki, hasil pertanian masyarakat pasti akan meningkat,” kata Noach.
Potensi perikanan di wilayah tersebut juga menjadi perhatian serius. Nelayan mengusulkan bantuan perahu fiber ukuran 1,5 GT serta mesin ketinting guna menunjang aktivitas melaut.
“Wilayah ini kaya potensi laut, tapi belum didukung dengan sarana yang memadai,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, warga juga mendesak percepatan pembangunan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Letwurung hingga Tepa. Infrastruktur ini dinilai sangat penting untuk membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), masyarakat turut mengusulkan pembangunan dapur sehat untuk mendukung kebutuhan gizi siswa. Mereka juga berharap bahan pangan yang digunakan berasal dari masyarakat lokal agar memberikan dampak ekonomi secara langsung.
Di sektor perhubungan, warga meminta evaluasi terhadap trayek kapal perintis yang dinilai belum menjangkau seluruh wilayah Kecamatan Babar Timur secara optimal. Hal ini dinilai menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi barang.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Noach menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Provinsi Maluku agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah maupun provinsi.
“Aspirasi masyarakat ini akan kami kawal. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan masa depan masyarakat di wilayah kepulauan,” tegasnya. (JM–AL).


