JURNALMALUKU – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Tanimbar (KKT), Yan Zamora Noach, mendorong pemuda dan masyarakat di Kecamatan Babar Timur untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang besar yang akan hadir melalui proyek strategis nasional Blok Masela.
Hal tersebut disampaikan Yan Zamora Noach saat menghadiri agenda Konferensi Daerah (Konferda) AMGPM Babar Timur dalam kapasitasnya sebagai Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (PB AMGPM). Pesan yang sama juga ia sampaikan kepada masyarakat dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Maluku bersama masyarakat di Kecamatan Babar Timur.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peran pemuda dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna menyambut terbukanya peluang kerja dari proyek pengembangan Blok Masela.
Menurutnya, pemuda perlu mulai melakukan berbagai inovasi dan kreasi program kerja serta kegiatan yang produktif agar mampu meningkatkan kualitas SDM dan kompetensi yang memadai.
“Pemuda harus mulai berinovasi dan membuat program-program yang produktif sehingga bermuara pada penyiapan kualitas SDM dan kompetensi yang memadai untuk menyambut peluang kerja pada proyek strategis nasional Blok Masela,” ujar Noach.

Ia juga mendorong AMGPM Babar Timur agar mampu menggagas dan merancang berbagai program serta kegiatan yang dapat menyiapkan generasi muda, sekaligus membangun model-model pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan potensi daerah, termasuk dalam sektor penyediaan logistik pangan.
Selain itu, dalam agenda reses bersama masyarakat Babar Timur, Yan Zamora Noach juga mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk mulai mempersiapkan diri dengan memaksimalkan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat lokal mampu menjadi penyedia kebutuhan pangan apabila proyek nasional tersebut mulai berjalan.

“Kita tidak bisa menunggu bola, kita harus menjemput bola,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, dapat bersikap proaktif dalam membantu pemuda dan masyarakat untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mendukung upaya masyarakat dalam menyiapkan ketersediaan stok pangan yang nantinya dapat dimanfaatkan secara ekonomi ketika Blok Masela mulai beroperasi.
Menurutnya, jika persiapan dilakukan sejak dini, maka kehadiran proyek besar tersebut tidak hanya menjadi peluang bagi pihak luar, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Maluku Barat Daya dan sekitarnya. (JM–AL).

