JURNALMALUKU – Insiden membahayakan jiwa manusia terjadi di salah satu ikon Kota Ambon, yakni Jembatan Merah Putih. Seorang wanita dilaporkan nekat melompat dari atas jembatan tersebut pada Jumat (20/03) sekitar pukul 04.30 WIT, yang berujung duka mendalam bagi keluarga korban.
Peristiwa tersebut pertama kali disaksikan oleh seorang warga setempat bernama Ongen, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke Call Center 112 Kota Ambon. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Basarnas Ambon untuk dilakukan proses evakuasi.
Pada pukul 04.50 WIT, Tim Rescue Basarnas Ambon segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak kurang lebih 10 kilometer dari Kantor SAR Ambon, dengan arah 72,18 derajat ke Timur.

Kepala Kantor SAR Ambon menjelaskan bahwa sekitar pukul 05.00 WIT, tim tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yakni Polda Maluku, guna melakukan proses evakuasi.
“Pada pukul 07.40 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia di penyangga beton bawah Jembatan Merah Putih. Selanjutnya korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.
Adapun identitas korban diketahui bernama Sandra Villia Caniago (21), perempuan.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur potensi, di antaranya Polda Maluku, Polres Pulau Ambon, Polsek Teluk Ambon, Dokkes Polda Maluku, serta masyarakat sekitar.
Peralatan SAR (Palsar) yang digunakan dalam operasi ini meliputi Rescue Car, truk personel, peralatan SAR air, tas medis, serta ambulans milik Polda Maluku.
Dengan telah ditemukannya korban, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan disertai ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah diberikan. (JM–AL).


