Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, secara resmi membuka semester Genap Tahun Ajaran 2022/2023, dibarengi kuliah perdana yang dibawakan oleh Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Ir. Henry Feriadi, M.Sc, Ph.D dengan tema “Manajemen Pendidikan Tinggi Berbasis Digital”.
Rektor IAKN Ambon Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA menjelaskan, tepat tanggal 20 Februari 2023, kami sesuai kalender akademik sudah masuk di semester baru pembukaan semester genap tahun akademik 2022/2023 dan tidak molor-molor dengan jadwal itu, karena nanti semester ini menjadi semester pendek.
“Karena itu, kemarin kami meminta rektor UKDW) untuk memberikan materi terkait “Manajemen Perguruan Tinggi Berbasis Digital, dan kuliah ini berkontribusi penting bagi kami sendiri di kampus. Selain mahasiswa tapi juga dosen dan pegawai dalam kaitan dengan saat ini kita sedang mengembangkan seluruh apapun berbasis aplikasi dan bahkan mengembangkan itu, dengan sumber-sumber belajar untuk turut membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan mereka,”tutur Rumahuru kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/2/2023).

Untuk itu, kata Rektor, kuliah kemarin sangat membantu. Lalu termasuk bagian manajemen perguruan tinggi berbasis digital juga adalah kita saat ini sedang melakukan salah satu kebijakan pemerintah implementasi transformasi digital di kampus.
“Jadi sebelum pandemi, misalnya program studi pasca sarjana terutama itu sudah mengembangkan e-learning tapi kemudian di S1 belum tapi pas masa pandemi kita mengembangkan e-learning tapi itu dievaluasi terus dan dikembangkan, lalu berbagai pelayanan yang berbasis digital berbasis aplikasi itu juga sedang digarap untuk dikembangkan jadi itu penting bagi kami,”terangnya.

Dirinya juga menambahkan, didalam kuliah umum atau disebut dengan kuliah perdana, mengawali semester ini kami juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa kita yang mencapai IP 4. Kalau semester lalu itu ada 18 orang maka di semester ini ada 30 orang jadi ada peningkatan signifikan dari hampir semua program studi, memang ada beberapa program studi yang tidak.
Lanjutnya, penghargaan ini memotivasi mereka, sehingga kami memberikan penghargaan selain sertifikat kepada mereka voucher buku kalau tahun lalu kami juga memberikan penghargaan dalam bentuk uang walaupun tidak besar, itu untuk juga membeli buku, tapi kali ini kita tidak memberikan uang tapi kita kasih voucher dengan nilai yang sama.
“Jadi untuk mengembangkan kualitas sebetulnya mutu dari output kita itu, sejak input proses penerimaan sudah melalui proses seleksi yang ketat dengan seleksi berbasis online juga sejak pandemi, kami mengembangkan seleksi mahasiswa baru berbasis online, mulai dari daftar sampai tes. Kita juga mendorong untuk panitia membantu dalam proses penerimaan seleksi berbasis online contohnya, dari jauh cuma butuh mengirim KTP Kartu Keluarga atau ijazah atau laporan pendidikan dan kita menginput,”ulasnya.
Rumahuru mengatakan, kalau yang disini malah diedukasi datang disini kami sudah siapkan ada panitia yang kemudian membantu di biro ataupun di fakultas yang kemudian membantu sehingga yang datang ke sini kita edukasi untuk daftar secara online, itu dari segi input diproses pun kami memperhatikan sehingga proses pembelajaran sesuai standar. Kami sejak 2010 sudah ketat dengan penjaminan mutu internal sehingga unit penjaminan mutu itu sampai ke program studi dan untuk memastikan mutu tetap terjaga kami tetap mengevaluasi dan dan mengembangkan standar mutu.
“Standar mutu yang dimaksudkan adalah selain dokumen standar yang dibuat kami tetap mengacu pada dikti dan bahkan ada yang melampaui standar dikti. Selain itu, sistem mulai dari kurikulum sampai dengan yang lain kami juga perhatikan sehingga ada relasi antara kurikulum yang dibuat dengan output dan profil dari setiap prodi dan ketepatan studi karena kami juga ingin mengejar kecepatan studi atau studi tepat waktu,”tegasnya.
Dirinya menandaskan, kalau dulu bisa sampai semester 8, 9 baru KKN atau PKL, PPL, saat ini di semester 7 rata-rata sudah, sehingga semester 8 kalau mereka tidak ada hambatan mereka sudah bisa selesai.(JM.ES).