JURNALMALUKU – Perayaan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-72 yang berlangsung di Ambon, Senin, 23 Maret 2026, menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah organisasi serta dinamika politik internal yang terus berkembang dari masa ke masa.
Ketua DPC GMNI Ambon, Bung Sam A. Mezak, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa refleksi Dies Natalis bukan sekadar seremoni, melainkan ruang evaluasi dan penguatan komitmen kader terhadap ideologi perjuangan organisasi.

Bung Sam menekankan pentingnya memahami GMNI secara historis. Menurutnya, kader GMNI harus mampu mengikuti perkembangan organisasi secara utuh dan menyeluruh guna membentuk wawasan yang kritis dan konstruktif.
“Pemahaman sejarah GMNI menjadi fondasi utama dalam membangun kesadaran ideologis kader, sehingga mampu menjawab tantangan zaman secara tepat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dinamika politik organisasi yang terus mengalami perubahan. Menurutnya, pemahaman terhadap dinamika tersebut hanya dapat dibangun melalui pendalaman sejarah serta keterlibatan aktif dalam proses organisasi.
“Dinamika organisasi adalah bagian dari proses pendewasaan. Dari situlah lahir kader-kader yang tangguh dan berintegritas,” tambahnya.
Dalam konteks kekinian, DPC GMNI Ambon berkomitmen untuk terus melakukan konsolidasi internal. Upaya ini dilakukan guna menyatukan kembali seluruh anggota dan kader GMNI di Kota Ambon.

Dengan mengusung semangat “Menyulam Persatuan”, DPC GMNI Ambon membuka ruang dialog dan rekonsiliasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat soliditas organisasi serta memperkuat kaderisasi yang berorientasi pada perjuangan rakyat.
Sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan, GMNI tetap berpegang teguh pada ideologi perjuangan untuk membela kaum Marhaen atau rakyat yang tertindas. Di usia ke-72 tahun, GMNI dinilai telah melewati berbagai fase sejarah panjang dan tetap berdiri kokoh sebagai garda terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat.
“Usia 72 tahun bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa GMNI tetap eksis dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan,” tegas Bung Sam.

Bung Sam juga menyinggung kondisi organisasi pasca Kongres ke-22 di Bandung yang melahirkan dualisme kepemimpinan di tingkat pusat. Meski demikian, DPC GMNI Ambon tetap menunjukkan sikap konsisten dengan mendorong rekonsiliasi sebagai langkah utama.
Sejalan dengan kepemimpinan Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, dan Sekretaris Jenderal Amir Mafud, DPC GMNI Ambon terus menggalakkan konsolidasi secara masif dengan mengedepankan semangat persatuan.
“Rekonsiliasi adalah jalan terbaik untuk menjaga keutuhan organisasi. Dengan semangat ‘Menyulam Persatuan’, kami optimistis GMNI akan kembali solid dan semakin kuat ke depan,” tutupnya.
Perayaan Dies Natalis ke-72 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan dan penguatan solidaritas kader GMNI, khususnya di Kota Ambon, dalam melanjutkan perjuangan demi kepentingan rakyat. (JM–AL).


