JURNALMALUKU – Komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat kembali ditegaskan. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyatakan bahwa kawasan Gunung Nona Atas, termasuk seputaran Vihara Swarna Giri Tirta, menjadi bagian dari prioritas program penyediaan air bersih tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya pada kegiatan Ibadah dan Ramah Tamah Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 yang digelar oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Maluku di Vihara Swarna Giri Tirta, Selasa (17/02/2026).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota merespons langsung aspirasi Ketua PERMABUDHI Maluku yang meminta perhatian serta kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan PERMABUDHI terkait kebutuhan warga di sekitar Gunung Nona Atas, khususnya persoalan air bersih.
“Betul sekali yang ibu sampaikan soal air. Kita semua punya keinginan dan niat untuk memastikan air bisa masuk ke sini. Namun tantangan kita memang ada pada sumber airnya. Itu yang menjadi kesulitan bagi kita,” ujar Wali Kota.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa akses air bersih merupakan program prioritas utama dirinya bersama Wakil Wali Kota Ambon. Pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik agar masyarakat di kawasan tersebut dapat menikmati layanan air bersih yang layak.
Wali Kota mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemkot Ambon telah merancang upaya konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemanfaatan sumber air di kawasan bawah Gunung Nona untuk kemudian ditarik ke wilayah atas guna melayani masyarakat.
“Apapun caranya, kita harus memastikan masyarakat di sekitar ini bisa mendapatkan akses air bersih. Kita sementara melihat sumber air di bawah untuk nanti, kalau memungkinkan, kita tarik naik ke atas ini guna membantu masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, penyediaan air bersih bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga serta memperkuat interaksi sosial masyarakat.
Selain menyoroti persoalan infrastruktur, Wali Kota juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap keberadaan Vihara Swarna Giri Tirta sebagai tempat ibadah umat Buddha, sekaligus bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Gunung Nona Atas.
Ia menilai perayaan Imlek yang digelar PERMABUDHI Maluku menjadi contoh perayaan yang sederhana namun penuh makna.
“Hari ini kita melihat sesuatu yang luar biasa. Kebahagiaan dan sukacita tidak harus dirayakan dengan pesta besar atau kegiatan seremonial yang berlebihan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berbagi dengan sesama,” ungkapnya.
Kegiatan Ibadah dan Ramah Tamah Imlek 2577 Kongzili/2026 tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momentum ini sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Ambon yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan.
Dengan komitmen yang ditegaskan langsung oleh Wali Kota, masyarakat Gunung Nona Atas kini menaruh harapan besar agar tahun 2026 benar-benar menjadi titik awal terwujudnya akses air bersih yang merata dan berkelanjutan di kawasan tersebut. (JM–AL).

