JURNALMALUKU – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka kegiatan Temu Kader Posyandu Se-Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Maluku City Mall, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peningkatan kapasitas kader Posyandu guna mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan di Kota Ambon.
“Posyandu merupakan unsur pendukung utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pemerintah telah mencanangkan agar setiap Posyandu melaksanakan enam Standar Pelayanan Minimal. Karena itu, peran kader sangat penting untuk memastikan pelayanan berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wattimena.

Ia menjelaskan, enam SPM tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Menurutnya, kader Posyandu sebagai ujung tombak di tingkat wilayah terkecil memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari stunting, gizi buruk, hingga masalah sosial dan distribusi bantuan yang tidak tepat sasaran.
Wattimena juga menyoroti masih adanya masyarakat yang belum memperoleh akses layanan kesehatan secara optimal, termasuk persoalan jaminan kesehatan dan penyakit menular. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penanganan stunting dan obesitas secara bersama-sama melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
“Pemerintah kota memiliki keterbatasan jangkauan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Kader Posyandu mampu menjangkau hingga lorong-lorong dan wilayah paling ujung. Jika Posyandu dilibatkan secara maksimal, dampaknya akan sangat besar bagi kota, provinsi, bahkan Indonesia,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk terus bekerja dengan hati yang tulus, penuh dedikasi dan tanggung jawab demi menghadirkan masyarakat Ambon yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua TPPK Provinsi Maluku, Deby Lewerissa, dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung transformasi layanan berbasis enam SPM.
Ia menyampaikan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu lintas sektor yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Transformasi ini menuntut peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan peran secara optimal, profesional, dan terintegrasi. Kegiatan ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kompetensi kader, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon atas komitmennya dalam mendukung penguatan Posyandu. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan kader di lapangan menjadi kunci keberhasilan implementasi enam SPM.
Dengan penguatan Posyandu, diharapkan angka stunting dapat ditekan, kualitas kesehatan ibu dan anak meningkat, serta ketahanan keluarga di Maluku, khususnya di Kota Ambon, semakin kuat.
Kegiatan Temu Kader Posyandu Se-Kota Ambon Tahun 2026 ini dihadiri oleh Ketua TPPK Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon beserta Istri, Ibu Lissa Wattimena, Ketua TPPK Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, serta ratusan kader Posyandu dari seluruh wilayah Kota Ambon.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader semakin memahami tugas dan fungsi mereka, memiliki kemampuan administrasi dan pelaporan yang baik, serta mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat demi terwujudnya Ambon yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. (JM–AL).

