JURNALMALUKU—Aliansi Mahasiswa Bupolo Kabupaten Buru secara tegas mendesak Polda Maluku untuk segera mengambil tindakan tegas dengan memecat Ipda Muhammad Naim Uslan yang saat ini bertugas di Polres Pulau Buru. Desakan ini disampaikan menyusul dugaan kuat keterlibatan yang bersangkutan dalam praktik mafia tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru.
Ketua Aliansi Mahasiswa Bupolo, Viky Besan, menegaskan bahwa Kapolda Maluku tidak boleh menutup mata terhadap dugaan serius tersebut. Menurutnya, tindakan tegas diperlukan untuk menjaga marwah institusi kepolisian serta menegakkan hukum secara adil dan transparan.
“Kapolda Maluku harus menindak Muhammad Naim Uslan atas dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi ilegal tambang Gunung Botak,” kata Viky Besan, Jumat (9/1/2026).
Viky menjelaskan, Ipda Muhammad Naim Uslan terindikasi membiarkan aktivitas penambangan emas ilegal terus berlangsung, padahal Pemerintah Provinsi Maluku telah secara resmi mengeluarkan instruksi penghentian seluruh aktivitas tambang di kawasan tersebut.
Ironisnya, lanjut Viky, alih-alih menegakkan instruksi pemerintah, yang bersangkutan justru diduga membiarkan bahkan mengambil keuntungan pribadi dari para penambang yang beroperasi secara ilegal.
“Namun, Naim Uslan membiarkan operasi berjalan dengan meminta imbalan (keuntungan) dari para penambang,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan ilegal tersebut berlangsung secara terbuka dan terorganisir, bahkan dilakukan di sejumlah pos yang diduga mendapat perlindungan langsung dari oknum aparat.
“Bahkan, operasi penambangan berlangsung pada pos yang dibackup oleh Naim Uslan. Setiap malam ada mobil yang terlihat mengangkut material,” tandasnya.
Atas dasar dugaan tersebut, Aliansi Mahasiswa Bupolo memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Maluku dalam waktu dekat sebagai bentuk tekanan moral dan tuntutan keadilan.
Aksi ini, kata Viky, dilakukan bukan tanpa dasar. Pihaknya mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti kuat yang mengindikasikan keterlibatan aparat kepolisian dalam praktik tambang emas ilegal di Gunung Botak.
“Dalam aksi demonstrasi nanti kami akan menyerahkan bukti-bukti berupa video keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi tambang ilegal tersebut,” tandasnya.
Aliansi Mahasiswa Bupolo berharap Kapolda Maluku bertindak profesional, transparan, dan tegas dalam menindak setiap oknum yang mencederai hukum serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (JM–AL).

