JURNALMALUKU – Kenaikan harga tiket pesawat pada rute Moa–Ambon yang diberlakukan oleh Trigana Air sejak Kamis (16/4/2026) menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Ketua GAMKI MBD, Eros J. Akse, menilai lonjakan tarif tersebut berpotensi memberikan tekanan serius bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi udara.Berdasarkan informasi yang beredar, harga tiket rute Moa–Ambon (MOA–AMQ) kini mencapai Rp1.879.000, sedangkan rute Ambon–Moa (AMQ–MOA) berada di angka Rp1.935.000.
“Bagi masyarakat kepulauan, transportasi udara bukan sekadar alternatif, tetapi kebutuhan utama. Ketika tarif meningkat, maka dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Eros di Tiakur, Jumat (17/4/2026).Ia menambahkan, kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, distribusi barang, serta akses terhadap layanan penting.
GAMKI MBD juga menyoroti pentingnya transparansi dari pihak maskapai terkait komponen penentuan tarif, mulai dari harga bahan bakar (avtur), pajak, hingga biaya operasional lainnya.Selain itu, pihaknya mendorong pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah MBD, serta DPRD MBD untuk segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif, khususnya pada rute-rute perintis dan wilayah tertinggal.
Minimnya pilihan maskapai pada rute tertentu turut menjadi perhatian. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi tingginya harga tiket karena terbatasnya persaingan.
“Perlu ada langkah konkret dari pemerintah, baik melalui pengawasan maupun kebijakan intervensi seperti subsidi atau skema pelayanan publik (PSO), agar harga tiket tetap terjangkau,” tegasnya.
GAMKI MBD berharap kenaikan tarif ini dapat segera ditinjau ulang dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat di daerah kepulauan, serta menjamin keadilan akses transportasi bagi seluruh warga.
“Jangan sampai mahalnya biaya transportasi udara justru membuat masyarakat di wilayah kepulauan semakin terisolasi,” pungkas Eros. (JM-EA).

