JURNALMALUKU – Tiga dari empat anak yang sempat viral dan menghebohkan publik, baik di tingkat daerah maupun nasional, setelah nekat menyeberangi laut menggunakan sampan dari Kisar ke Wetar, dilaporkan telah kembali dengan selamat ke Kisar pada Jumat (27/03/2026).
Ketiga anak tersebut masing-masing bernama Juan Dahoklory, Fendy Dahoklory, dan Elon Laimeheriwa. Mereka kembali ke Kisar dengan menggunakan motor laut setelah sebelumnya berada di wilayah Wetar.

Kapolsek Kisar, Iptu Rudy Ahab, SH., saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (28/03/2026), menjelaskan bahwa satu anak lainnya, yakni Marshel Ratumurun, hingga saat ini belum kembali ke Kisar. Hal tersebut dikarenakan orang tua Marshel masih berada di Wetar.
“Orang tua dari Marshel Ratumurun saat ini masih menjalankan tugas sebagai kolektan di gereja Desa Masapun, Wetar. Kemungkinan setelah rangkaian kegiatan, termasuk acara Sidi selesai, mereka akan kembali bersama ke Kisar,” jelas Kapolsek.

Terkait kepulangan ketiga anak tersebut, Kapolsek mengungkapkan bahwa mereka menumpang kapal kayu milik salah satu warga Desa Masapun, Wetar. Kapal tersebut kebetulan sedang menuju Kisar untuk membawa hasil hutan yang akan dijual, dan tidak memungut biaya dari ketiga anak tersebut.
Setibanya di Kisar, ketiga anak langsung dijemput oleh pihak kepolisian dari Polsek Kisar, yakni Bripda Ernesto Katipana dan Bripda Yudha Bonne, bersama keluarga masing-masing.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas masyarakat, mengingat aksi berani anak-anak tersebut yang menyeberangi laut menggunakan sarana seadanya dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan.
Kapolsek Kisar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran penting, khususnya bagi para orang tua.
“Kami menghimbau kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, selalu menjaga, mengontrol, dan memperhatikan aktivitas mereka, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegasnya.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam menjaga keselamatan anak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan di lingkungan masyarakat. (JM–AL).


