JURNALMALUKU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada Bupati Buru Selatan atas komitmen dan dukungannya terhadap penguatan kapasitas generasi muda, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Provinsi Maluku, Arman Kelan Lessy, saat membawakan materi dalam kegiatan Seminar Pembangunan Daerah yang diselenggarakan oleh Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Ambalau (HIPPMAS). Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran Pendidikan dan Kepemimpinan dalam Mendorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan” dan berlangsung di Hotel Grand Avira, Rabu (11/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Arman membawakan materi bertajuk “Membangun Daerah dari Ruang Kelas: Pendidikan, Kurikulum, dan Ideologi – Politik Pengetahuan dari Freire, Apple, Giroux, hingga Bourdieu.” Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya dimulai dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari ruang-ruang pendidikan yang membentuk kesadaran, karakter, dan kepemimpinan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan harus dipahami sebagai ruang pembebasan dan transformasi sosial. Mengutip pemikiran Paulo Freire, Arman menjelaskan bahwa pendidikan tidak boleh bersifat “banking system” atau sekadar transfer pengetahuan, melainkan harus membangun kesadaran kritis (critical consciousness) yang mendorong peserta didik menjadi subjek pembangunan.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Dari ruang kelas lahir pemimpin, gagasan, dan arah masa depan daerah. Karena itu, kurikulum dan kebijakan pendidikan harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Arman juga menyinggung pemikiran Michael Apple, Henry Giroux, dan Pierre Bourdieu terkait politik pengetahuan dan relasi kuasa dalam pendidikan. Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan tidak pernah netral, melainkan sarat nilai dan ideologi. Oleh sebab itu, kepemimpinan daerah harus mampu memastikan bahwa sistem pendidikan menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar reproduksi ketimpangan sosial.
Di tengah dinamika fiskal dan keterbatasan anggaran yang dihadapi banyak pemerintah daerah, termasuk Buru Selatan, Arman menyampaikan apresiasi kepada Bupati Buru Selatan yang tetap menunjukkan komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan pemuda.
“Kami di KNPI Maluku memberikan apresiasi kepada Bupati Buru Selatan yang terus membuka ruang dialog, mendukung kegiatan kepemudaan dan pendidikan, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah, meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan lembaga pendidikan terus diperkuat sebagai strategi bersama dalam membangun Buru Selatan yang maju dan berkelanjutan.
Seminar yang diinisiasi HIPPMAS ini diikuti oleh mahasiswa, pelajar, dan pemuda asal Ambalau, serta sejumlah Mahasiswa undangan lain yang hadir. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan tentang pentingnya pendidikan dan kepemimpinan visioner dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
KNPI Maluku berharap, melalui forum-forum ilmiah dan dialog konstruktif seperti ini, akan lahir generasi muda Buru Selatan yang kritis, progresif, dan berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. (JM–AL).

