JURNALMALUKU – Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Desa Tepa, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/03/2026).
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM) Ranting Solafide Tepa Cabang Logos bersama Remaja Masjid Al-Munawar Tepa, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya melaksanakan kunjungan keagamaan sekaligus pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas iman dalam menjaga kondusifitas wilayah serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat. Kehadiran para pemuda lintas agama ini turut memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Muslim yang melaksanakan ibadah.

Dalam konteks wilayah Maluku Barat Daya yang termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting. Toleransi antarumat beragama menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan masyarakat di tengah berbagai keterbatasan. Kebersamaan yang ditunjukkan oleh para pemuda lintas iman ini menjadi contoh nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.
Salah satu pemuda asal Tepa, Erik Laipeny, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta mempererat hubungan antarumat beragama.
“Ini adalah bentuk komitmen kami sebagai generasi muda untuk terus menjaga keamanan dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat,” ujar Erik.

Erik yang juga merupakan seorang non-Muslim turut menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam yang merayakan Idul Fitri.
“Saya, sebagai bagian dari masyarakat Desa Tepa, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh basudara Muslim, khususnya di Desa Tepa, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya. Semoga kebahagiaan dan kedamaian selalu menyertai kita semua,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga membawa harapan besar bagi masa depan kehidupan sosial masyarakat di wilayah tersebut. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga nilai-nilai persaudaraan, saling menghormati, dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di wilayah 3T yang membutuhkan kekuatan persatuan.
Para pemuda lintas iman berharap kebersamaan ini tidak hanya hadir pada momen hari besar keagamaan, tetapi juga terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Desa Tepa dapat menjadi contoh nyata daerah yang damai, rukun, dan harmonis di tengah keberagaman, serta menjadi inspirasi bagi daerah 3T lainnya di Indonesia.
Pemerintah setempat juga berharap kolaborasi positif seperti ini mampu memperkuat stabilitas keamanan dan mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Diharapkan pula generasi muda terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan serta menanamkan nilai toleransi kepada generasi berikutnya.
Dengan semangat Idul Fitri, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus mempererat tali persaudaraan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta bersama-sama membangun Kabupaten Maluku Barat Daya yang aman, damai, dan sejahtera. (JM–AL).


