JURNALMALUKU – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi dilaksanakan secara serentak mulai Senin (13/7/2026). Di SMA Negeri 57 Maluku Tengah, sebanyak 35 peserta didik baru mengikuti kegiatan yang menjadi gerbang awal dalam mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter sebagai insan pendidikan.
Kepsek SMA Negeri 57 Maluku Tengah, Thobita Cornelia Dias, menegaskan bahwa kehadiran para peserta didik baru di sekolah bukan sekadar untuk menimba ilmu, tetapi juga untuk bertumbuh, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Para siswa sekalian, kehadiran kalian di sini adalah untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan meraih cita-cita,” tegas Tholita saat membuka kegiatan MPLS.
Menurutnya, sekolah merupakan rumah kedua bagi setiap peserta didik. Karena itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, menanamkan sikap saling menghargai, serta mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki setiap siswa.
Dalam arahannya, Thobita menekankan bahwa pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 57 Maluku Tengah jauh dari praktik perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merendahkan martabat peserta didik.
Sebaliknya, kata dia, MPLS menjadi momentum penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, para guru, teman-teman, tata tertib, budaya sekolah, hingga nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan.
“MPLS bukanlah ajang perpeloncoan atau kegiatan yang menakutkan. Ini adalah kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman baru, tata tertib, budaya sekolah, serta nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal selama belajar di SMA Negeri 57 Maluku Tengah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta didik baru mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, rasa ingin tahu, dan saling menghormati.
“Jangan ragu untuk bertanya dan jangan takut belajar dari hal-hal baru. Jadikan setiap pengalaman selama MPLS sebagai langkah awal menuju kesuksesan,” pesannya.
Thobita juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan panitia MPLS yang telah mempersiapkan kegiatan edukatif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik baru.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan harus berlangsung dalam suasana yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
“Jadikan MPLS sebagai pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap anak. Tidak ada perundungan, tidak ada intimidasi, dan tidak ada kegiatan yang merendahkan martabat peserta didik. Yang kita hadirkan adalah lingkungan belajar yang aman, ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang sehingga setiap anak merasa diterima dan dihargai,” pintanya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala SMA Negeri 57 Maluku Tengah juga memberikan apresiasi terhadap partisipasi orang tua melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang menjadi bagian dari dukungan keluarga dalam mengawali tahun ajaran baru.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMA Negeri 57 Maluku Tengah.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada SMA Negeri 57 Maluku Tengah. Mari kita berjalan bersama dan bergandengan tangan, karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat,” katanya.
Thobita meyakini, sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga akan melahirkan generasi yang percaya diri, berkarakter, beradab, serta memiliki semangat belajar yang tinggi dalam meraih cita-cita.
“Ketika sekolah dan keluarga saling menguatkan, maka anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, beradab, dan memiliki semangat untuk terus belajar demi mewujudkan cita-cita mereka,” tutupnya.(JM-ES).