JURNALMALUKU—Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (Pemkab MBD) terus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para perajin atau penyuling sopi, melalui langkah kolaboratif dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah strategis ini bertujuan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat MBD dengan mengarahkan produksi sopi lokal menuju industri pengolahan berstandar.
Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Th. Noach mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi dan pembicaraan teknis dengan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, di Pendopo Gubernur NTT, Selasa (23/12/2025). Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Forum Pemuda Kisar di NTT, Yeri Frans.
“Pertemuan ini sangat strategis karena membahas peluang kerja sama antar daerah yang saling berbatasan dan memiliki kesamaan karakter, budaya, serta potensi sumber daya,” ujar Noach.
Menurutnya, ada banyak peluang yang dapat dikembangkan kedua daerah, terutama dalam pemanfaatan hasil produksi sopi masyarakat MBD agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.
“Kami ingin berkolaborasi dengan Pemprov NTT yang telah mengolah bahan baku sopi menjadi Sophia, minuman beralkohol berstandar industri. Bahan bakunya dapat disuplai langsung dari MBD,” jelas Noach.
Dengan kerja sama ini, para perajin sopi di MBD diharapkan dapat menyalurkan hasil produksinya ke NTT dengan standar mutu yang lebih terukur, sekaligus memperluas rantai ekonomi antar wilayah.
Noach mengapresiasi sambutan positif Gubernur NTT dan jajaran yang terbuka terhadap gagasan kerja sama lintas daerah tersebut.
“Pak Gubernur menyampaikan dukungan penuh. Pembahasan teknis akan dilanjutkan pada 2026. Kami berharap kolaborasi ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat MBD,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan kebijakan, Pemkab MBD juga telah menyiapkan sejumlah Peraturan Daerah (Perda) untuk mendukung pengembangan industri sopi.
Selain itu, pemerintah daerah tengah bekerja sama dengan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon dalam melakukan standardisasi peralatan dan proses produksi, agar produk sopi MBD dapat memenuhi standar industri nasional dan berdaya saing tinggi di pasar regional. (JM.RED)

