JURNALMALUKU – Universitas Pattimura resmi mencanangkan rangkaian Dies Natalis ke-63 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Lapangan Upacara Rektorat Unpatti, Poka, Senin (31/03/2026). Kegiatan ini mengusung tema besar “Potensi Unggul untuk Indonesia Emas 2026: Inovasi, Kolaborasi, Berkelanjutan, dan Berdampak.”
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63, P. J. Kunu, menjelaskan bahwa tema yang diangkat menitikberatkan pada pengembangan talenta unggul yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Logo Dies Natalis ke-63 pun sarat makna filosofis, mulai dari simbol angka 63 sebagai representasi kemajuan, elemen maritim yang mencerminkan identitas Maluku, hingga ornamen budaya Nusantara sebagai wujud kearifan lokal.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis akan berlangsung selama kurang lebih dua minggu dengan beragam agenda, antara lain:
-Lomba orasi ilmiah mahasiswa
-Kompetisi konten kreatif dan duta kampus
-Kreasi inovasi mahasiswa
-Lomba bertutur
-Kompetisi pengelolaan website program studi
-Expo dan job fair
-Seminar internasional
Puncak acara resepsi Dies Natalis dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026.

Panitia berharap seluruh kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang internal kampus, tetapi juga sarana promosi institusi serta memperkuat posisi Unpatti sebagai pusat pendidikan unggul di kawasan Indonesia Timur.
Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia ke-63 mencerminkan kedewasaan Universitas Pattimura sebagai institusi pendidikan tinggi yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Ia menekankan pentingnya implementasi tema Dies Natalis melalui semangat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi seluruh sivitas akademika.
“Kita berharap seluruh elemen universitas mampu menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Rektor juga menyoroti peran Unpatti sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dosen dan mahasiswa, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dalam hal ini, Fakultas Pertanian diharapkan menjadi motor penggerak, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan energi. Selain itu, dinamika global seperti perubahan geoekonomi, geostrategis, dan geopolitik dinilai sebagai peluang bagi perguruan tinggi untuk semakin berperan aktif.
Melalui berbagai lomba dan kegiatan, Unpatti juga membuka ruang bagi siswa SMA dan SMK untuk mengenal potensi akademik kampus. Bahkan, peserta berprestasi akan mendapatkan jalur khusus masuk Fakultas Pertanian sebagai bentuk apresiasi.
Pencanangan Dies Natalis diawali dengan long march mahasiswa yang membawa obor, dilanjutkan penyerahan obor dari Dekan Fakultas Pertanian kepada Rektor. Selanjutnya dilakukan pembakaran obor induk serta pemukulan tifa sebagai simbol resmi dimulainya rangkaian kegiatan.
Acara ditutup dengan prosesi Lesa Angaka Janji, yakni komitmen bersama pimpinan universitas, termasuk Ketua IKAPATTI, untuk memajukan Unpatti. Tradisi ini ditandai dengan minum anggur bersama sebagai simbol kesepakatan dan kebersamaan.
Melalui momentum Dies Natalis ke-63 ini, Universitas Pattimura diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (JM–AL).


