JURNALMALUKU – Badan Gizi Nasional Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru melaporkan hasil penilaian Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil yang dilaksanakan pada 23–26 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan operasional layanan pemenuhan gizi di wilayah terpencil.
Adapun lima titik SPPG yang menjadi agenda penilaian meliputi:
- SPPG Tasinwaha
- SPPG Goda-Goda
- SPPG Wokam
- SPPG Wailay
- SPPG Maijuring
Berdasarkan hasil pendampingan tim yang terdiri dari Koordinator Wilayah (Korwil) dan Kepala Kelompok Kecamatan (Kapokcam), serta didampingi Satgas Kabupaten, penilaian berhasil dilaksanakan di empat titik, yakni SPPG Tasinwaha, SPPG Goda-Goda, SPPG Wokam, dan SPPG Wailay.
Sementara itu, penilaian terhadap SPPG Maijuring belum dapat dilaksanakan akibat kondisi cuaca buruk yang menghambat proses di lapangan. Penundaan ini telah disampaikan kepada tim KPKNL dan tim pusat Badan Gizi Nasional untuk dijadwalkan kembali setelah kondisi cuaca membaik.
Dari hasil evaluasi terhadap empat titik yang telah dinilai, disimpulkan bahwa seluruh SPPG tersebut telah memenuhi 100 persen kesiapan operasional. Penilaian mencakup aspek:
- Kelayakan dan kelengkapan bangunan SPPG
- Ketersediaan peralatan pendukung
- Kesiapan mess atau hunian karyawan
Dengan hasil tersebut, keempat SPPG dinyatakan siap untuk dioperasionalkan.

Dalam proses penilaian, tim juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, antara lain:
- Pemahaman masyarakat terkait program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang belum sepenuhnya merata.
- Kesiapan masyarakat dalam mendukung distribusi MBG, khususnya dalam penyediaan stok bahan baku.
- Dinamika internal masyarakat, seperti munculnya rasa saling curiga dan kecemburuan dalam proses perekrutan karyawan.
Menanggapi hal tersebut, tim segera melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Selain memberikan pemahaman menyeluruh terkait program MBG, masyarakat juga diajak untuk mulai menanam dan beternak guna membangun rantai pasok bahan baku secara mandiri dan berkelanjutan.
Secara umum, kegiatan penilaian berjalan dengan baik dan lancar. Metode yang digunakan meliputi pengukuran langsung di lokasi serta verifikasi melalui video call bersama tim KPKNL untuk memastikan transparansi dan akurasi hasil penilaian.
Dengan selesainya penilaian pada Februari ini, total SPPG Terpencil yang telah dinyatakan siap operasional di Kabupaten Kepulauan Aru kini berjumlah sembilan titik. Satu titik tambahan masih menunggu penilaian lanjutan setelah kondisi cuaca memungkinkan.
Selain itu, dilaporkan pula bahwa terdapat 20 titik baru yang telah mendaftar sebagai SPPG Terpencil dan siap dilakukan apraisal pada April 2026. Pendaftaran tersebut baru dapat dilakukan pada Maret, mengingat adanya informasi keterlambatan jadwal penilaian bulan Maret. Seluruh titik tersebut direncanakan akan resmi didaftarkan setelah Idul Fitri.
Pihak Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru Badan Gizi Nasional menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat serta berharap operasional SPPG Terpencil dapat segera berjalan optimal demi meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat di wilayah terpencil. (JM–AL).

