JURNALMALUKU – Unggahan di media sosial kembali menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Akun Facebook atas nama PranitaHnyeur DJ’moms, yang memposting di grup Gerakan Membangun MBD sekitar pukul 11.15 WIT, Jumat (27/02/2026), mengeluhkan kualitas makanan yang diterima anaknya dari program tersebut.
Dalam unggahannya, ia menyampaikan bahwa telur rebus yang dibawa pulang anaknya diduga sudah busuk dan berjamur.
“Selamat siang sahabat Facebook, beta mau kasih liat MBG hari ini yang beta anak bawa pulang, telur rebus su busuk bajamur, bukan katong orang tua seng bersyukur, beta sangat bersyukur adanya MBG ini, tapi tolong dapur sehat kota Tiakur perhatikan baik bahan-bahannya supaya jang masak barang busuk untuk anak-anak. Kalo kurang yakin ini postingan, datang liat sendiri beta ada simpan telur busuk nih,” tulisnya.
Unggahan tersebut disertai tagar #MBGTiakur, #dapursehat, dan #telurbusuk, serta memicu berbagai tanggapan dari anggota grup.

Sejumlah warganet mengaku mengalami hal serupa. Salah satu komentar menyebutkan bahwa anaknya pernah menerima telur busuk dan puding yang sudah basi sehingga langsung dibuang. Komentar lain meminta pihak pengelola lebih memperhatikan kualitas makanan, terlebih karena makanan tersebut dikonsumsi anak-anak.
Ada pula warganet yang mempertanyakan selektivitas pengelola dalam menyiapkan bahan makanan. Beberapa komentar bernada kritik keras menyoroti tanggung jawab moral penyelenggara program agar tidak hanya berorientasi pada administrasi dan honorarium semata, melainkan benar-benar menjamin mutu makanan yang diberikan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak-anak sekolah. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah aturan dan standar yang wajib dipenuhi oleh penyelenggara, antara lain:
- Standar Keamanan Pangan
Bahan makanan harus dalam kondisi segar, tidak kedaluwarsa, tidak rusak, dan bebas dari kontaminasi. Proses penyimpanan dan distribusi wajib mengikuti prinsip higiene dan sanitasi pangan.
- Standar Gizi Seimbang
Menu harus memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai kelompok usia, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah.
- Pengawasan dan Quality Control
Setiap dapur sehat atau penyedia makanan diwajibkan melakukan pengecekan kualitas bahan sebelum diolah, serta pemeriksaan akhir sebelum makanan didistribusikan.
- Tanggung Jawab Pengelola
Pengelola bertanggung jawab penuh terhadap keamanan makanan. Apabila ditemukan makanan tidak layak konsumsi, harus segera dilakukan evaluasi dan penarikan menu.
- Pelibatan Pengawas dan Laporan Masyarakat
Orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan laporan atau keluhan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap program.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Dapur Sehat Kota Tiakur maupun instansi terkait di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Masyarakat berharap adanya klarifikasi serta evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Program MBG dinilai sangat membantu meringankan beban orang tua dan mendukung tumbuh kembang anak, sehingga kualitas dan keamanannya menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Transparansi, pengawasan ketat, serta respons cepat terhadap keluhan warga menjadi kunci agar program strategis ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi anak-anak di Tiakur dan sekitarnya. (JM–AL).

