JURNALMALUKU – Kondisi jalan yang rusak di ruas Werwawan–Sera–Yamluli kembali menjadi sorotan masyarakat. Keluhan ini mencuat melalui unggahan di media sosial yang menggambarkan kesulitan warga akibat infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.
Unggahan tersebut disampaikan oleh akun Facebook pribadi Berthy Alerbitu dalam grup Gerakan Membangun MBD, pada Minggu (29/03/2026). Dalam tulisannya, ia menyuarakan keresahan warga dengan ungkapan bernada emosional:

“Dong pung cinta boleh putus sambung, tapi kasiang jalan ini jang putus. Siooo. Masyarakat susah, ana-ana sekolah menderita, orang-orang kantoran setengah mati. Lalu mau mengeluh par sapa? Sapa yang bisa tolong?”
Keluhan ini menggambarkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas pendidikan anak-anak hingga kesulitan masyarakat dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Jalan yang rusak dinilai sangat menghambat mobilitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam unggahan tersebut, masyarakat juga memohon perhatian dari pihak terkait, termasuk Latupati Lakor dan pihak-pihak lain yang memiliki kewenangan, agar segera mengambil tindakan nyata terhadap kondisi jalan tersebut.
Hingga saat ini, wartawan media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait guna mendapatkan penjelasan serta langkah konkret yang akan diambil untuk menjawab keluhan warga dan mencari solusi atas permasalahan ini. (JM–AL).


